Jadi Startup, Harus Pahami Kebutuhan Pasar

Jadi Startup, Harus Pahami Kebutuhan Pasar

Diposkan: 26 Mar 2019 Dibaca: 941 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN – Ingin menjadi seorang startup yang sukses, tidak harus memiliki produk yang ‘wah’. Namun bagaimana sebuah usaha yang dihadirkan tersebut mampu menjawab sekaligus menjadi solusi atas kebutuhan pasar.

Tidak seperti pelaku usaha pemula usaha umumnya, yang menghadirkan produk atau jasa, hanya karena memiliki skill atau keterampilan dibidangnya. Kemudian baru memasarkannya.

“Untuk menjadi startup yang pertama itu, memiliki ide. Ide ini bisa didapat dari masalah sehari-hari. Kita dirasakan masalahnya, kemudian dicari orang-orang yang merasakan kerugian dari masalah itu dan mencari solusinya,”ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut, Rafriandi Nasution, Selasa (26/3/2019).

Berbekal masalah tersebut sambungnya, yang kemudian dijadikan sebagai ide dalam membuat bisnis. Selajutnya, menemukan Co-Founder yang mewakili latarbelakang berbeda, untuk mempertajam ide-ide gagasan tadi. “Kemudian mulailah membangun pelan-pelan.  Dengan aplikasi, website, HRD, finance, programing, ,”ujarnya.

Selanjutnya, dilengkapi dengan branding, mengembangkannya dengan media sosial, website dan marketing kreatif. “ Hal ini bisa dilakukan tanpa modal atau dengan modal. Dengan memanfaatkan media-media sosial, seperti website.  Intinya, bagaimana usaha ini bisa dipasarkan melalui media digital, aplikasi,”ujarnya, seperti GOJEK yang juga hadir dari kebutuhan pasar.

Rafriandi menambahkan, startup tidak membidik semua kalangan. Namun dia sudah memetakan siapa saja potensi pasar dari bisnis yang dirintis tersebut.

Sementara Cahyo Pramono,  sekalu Bisnis Coach mengatakan hal terpenting bagi seorang startup, dia harus mengetahui dan memahami apa yang dibutuhkan pasar. Bukan langsung memproduksi sesuatu dengan membuat produk.

“Yang pertama startup harus tahu, kebutuhan dan masalah yang dihadapi orang. Dengan ini, bisa mengetahui memproduksi sesuatu dan melayani sesuatu. Bukan dengan membuat produk, namun mengetahui dulu masalahnya,”ujarnya.

Sebab sambungnya, ketika produk ataupun jasa layanan yang dihadirkan mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan, kemungkinan diterima pasar akanterbuka besar.

“Jika jasa dan layanannya sesuai dengan kebutuhan, akan laku,”sambungnya.

Setelah itu, hal penting lainnya yang perlu dilakukan startup menghadirkan inovasi-inovasi.  Agar produk atau jasanya bisa berkompetisi.

Namun sambungnya, hal tersebut akan berbeda, jika seorang starup memulai bisnis dengan menghadirkan produk tanpa mengetahui masalah atau kebuhan pasar seperti apa. “Kalau tidak tahu masalah manusia apa, ya ini yang membuat produknya aneh. Karena kesalahan kebanyakan pemula itu menciptakan produk, bukan menyelesaikan masalah. Jika suka sesuatu,
bikin produk dan kemudian mencari pasarnya, pasti potensi gagalnya besar,”ujarnya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved