Iwa Raki Tenun, Dengan Inovasi Kembangkan Bisnis

Iwa Raki Tenun, Dengan Inovasi Kembangkan Bisnis

Diposkan: 02 Nov 2018 Dibaca: 1023 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Pengalaman adalah guru yang terbaik. Ini bahkan menjadi bekal sekaligus inspirasi bagi Nurwahidah, yang sejak delapan tahun merintis bisnis tenun.

Ditengah banyaknya perajin tenun, baik di Medan maupun di Deli Serdang, namun tidak membuat khawatir kalah bersaing. Bahkan dia semakin tertantang dan terpacu, membuat produk yang lebih inovatif. Sehingga bisnis yang dirintisnya ini, bisa berkembang. Karenanya, Iwa mengaku selalu mencari inovasi baru, agar tenunannya tetap update. Disamping tetap mempertahankan kualitas termasuk kerapihan dan  kehalusan produknya.

Sebenarnya tutur Iwa sapaan akrab Nurwahidah, sebelum memulai usaha tenun ini dia pernah bekerja dibidang bordir dan tenun selama 13 tahun. Hingga akhirnya sekira tahun 2011 silam, memutuskan merintis bisnis tenun dengan investasi Rp 17 juta.

Saat memulai usaha, Iwa mengaku tidak bekerja sendirian. Sebab dia langsung memberdayakan dua orang tenaga kerja. Tidak hanya itu, produk yang dihasilkan juga tidak seperti umumnya yang banyak  ditemukan.

Sebab tenun yang diproduksinya, lebih ringan dan halus. Produk yang ditawarkan ini, juga bisa dibuat fashion serta dimodifikasi dengan bahan lainnya.

“Awal mulanya, kita melihat tenun ini dulunya hanya sebagai selimut aja. Bahannya, juga kasar. Dari sini kita berpikir untuk membuat produk, bagimana tenun itu bisa dipakai semua kalangan, baik suku batak, jawa dan lainya,”ujar pemilik usaha Raki Tenun ini, Jumat (2//11/2018).

Dengan kehadiran usaha tersebut, Iwa berharap bisa merekrut karyawan lebih banyak. Sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan memberdayakan anak-anak yang putus sekolah.

“Apa yang orang pesan, insyaAllah kita bisa buat sesuai permintaan,”ujarnya. Untuk permintaan sendiri akunya, tidak hanya di Kota Medan, Deliserdang dan sekitarnya. Namun juga Jakarta, Bekasi, Bandung, Pekanbaru, Padangsidimpuan. Bahkan karyanya ini sudah sampai ke Kucing, Serawak, Malaysia.

Beragam kendala dan tantangan yang datang menghadapinya dengan sabar. Termasuk ditengah ketatnya persaingan saat ini, Iwa selalu mencari inovasi untuk mengembangkan bisnisnya.

Tidak heran dengan perjuangan dan kesabarannya, usaha yang awalnya hanya dua orang tenaga kerja, kini dia sudah memberdayakan 15 orang tenaga kerja. Dalam satu bulan, kapasitas produksinya mencapai 60 lembar kain.

Setiap lembar kain tenun ini akunya dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), yang dipasarkan bervariasi mulai harga Rp  350 ribu hingga Rp 4 jutaan perlembarnya.

Selain kain, Iwa juga menyediakan pakaian siap pakai yang ditarif mulai Rp 650 ribu hingga Rp 1,2 juta. Saat ini Iwa mengaku tidak bisa nyetok produk, karena banyaknya pesanan yang diterima.

"Jadi, semua lebih mengejar pesanan untuk stok ini kurang, dan pesanan yang dikejar," ujar Iwa yang mengaku memiliki impian punya galeri ini. (UKM01)
 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved