Irwan Bertahan dengan Bisnis Tembikar
Diposkan: 05 Jun 2018 Dibaca: 1554 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Sempat terpuruk di tahun 2010, tidak menjadi hambatan bagi Irwan Sembiring untuk bisa bangkit. Dia bekerja keras dan berjuang kembali untuk membangun bisnis tembikar yang dirintisnya sejak tahun 2004 silam.
Dituturkan Irwan Sembiring awal memulai usaha ini selain desakan ekonomi dia juga memiliki keterampilan dibidangnya. Disisi lain, Irwan juga melihat prospek menjanjikan dari usaha tembikar ini. Karena beragam produknya seperti kendi, tempayan, periuk, belanga sudah ada sejak berabad-abad lalu dan bertahan hingga kini.
Hal ini yang kemudian semakin membuatnya semakin termotivasi untuk memulai usaha tersebut. Dengan investasi Rp 14 juta, hasil penjualan sepeda motor miliknya, Irwan Sembiring membangun usaha tembikar ini dari nol. Tekadnya membangun bisnis gerabah tersebut ditandai dengan pilihannya menyewa satu unit rumah dikawasan Jalan Medan Tanjung Morawa Km 12,5 yang kemudian didirikan bangunan non permanen untuk memasarkan produk tembikar buatannya.
Irwan menuturkan saat memulai usaha tersebut, semua dilakukan sendiri. “Awalnya, saya mengolah sendiri gerabah tersebut dibantu istri sama untuk pewarnaan, finising. Hal seperti berjalan hingga tahun kedua,”ujar Irwan Sembiring, pemilik usaha Tembikar Lestari,Minggu (3/6/2018).
Kemudian, berjalan tahun kedua usaha tersebut sudah dibantu dua orang tenaga kerja. Irwan mengaku memiliki mimpi besar dalam membangun bisnis tembikar ini. Untuk mewujudkan impian tersebut dia terus mengupgrade ilmunya dengan melakukan studi banding produk tembikar ke pulau Jawa.
Dari sini, dia mampu membuat produk yang lebih baik dari para perajin lain di sekitarnya. Usahanya pun semakin berkembang dan tenaga kerjanya bertambah hingga mencapai enam orang. Namun di tahun 2010, omzet bisnisnya merosot akibat lesunya pasar.
Dia pun terpaksa mengurangi tenaga kerja. Apalagi saat itu, modal usahanya juga sudah semakin menipis. Namun Irwan tetap tetap berusaha untuk bertahan. Irwan Sembiring kembali membangun bisnis dari awal. Namun, ini tidak membuatnya putus asa.
Dia pun membuat strategi-strategi yang bisa membawanya bangkit. Salah satu yang dilakukan dengan mencari info tembikar yang lagi trend di pasaran melalui internet. Dari sini dia bisa berbenah dan mulai bangkit. Produknya semakin diterima pasar, pelanggannya juga semakin meluas. Tidak hanya di Sumut, namun merambah hingga Riau dan Aceh.
Sekarang ini, usaha yang memiliki 8 orang tenaga kerja ini dalam satu bulan mampu meraup omzet hingga Rp 35 juta. Meski begitu, pihaknya terus berupaya meningkatkan omzet melalui peningkatan kualitas produk.
“Saat ini kami masih berupaya melakukan riset bahan baku. Riset bahan baku masih jadi hal yang utama,”ujarnya. Untuk produk ini sambungnya dipasarkan dengan harga bervariasi mulai Rp 5000 hingga Rp 3 jutaan. Sementara dalam memasarkan produk ini, Irwan mengaku lebih mengandalkan cara konvensional.
“Sebelumnya, kita sempat melalui online. Kita buka beberapa market place, tapi tidak ada respon dari konsumen. Mungkin karena produk kita ini memiliki berat yang lumayan, dan juga resiko pecahnya lumayan besar,”ujarnya.
Dari usaha tersebut, Irwan mengaku ingin memberikan manfaat bagi warga sekitar. Disisi lain, dia juga ingin menguasai pasar nasional. “Kami ingin menjadi tuan di negeri sendiri, dan ini adalah yang sangat besar,”imbuhnya. (UKM01)