IRT Juga Bisa Berwirausaha seperti Shinta Owner Esmoi Craf Ini
Diposkan: 16 Nov 2018 Dibaca: 997 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, SETIAP orang sejatinya mampu menjadi wirausaha, seperti Ibu Rumah Tangga (IRT). Semua dimulai dari niat, kerja keras dan konsisten.
Ya, inilah yang dipahami oleh Shinta, pemilik usaha Esmoi Craft.
Siapa sangka, seorang ibu rumah tangga yang hanya menjalankan hobinya merajut dan menyulam di sela-sela waktu senggang lalu sekejab produknya yang hanya sekadar menjadi bernilai jual.
Dari jari jemarinya, Shinta sudah membuat beragam karya atau produk yang manis dilihat dan berdaya guna, seperti tutup galon, bando, bantal guling, tas, sarung handphone, sepatu bayi dan masih banyak lagi.
Kini, dengann kreativitas ini, membuat waktunya nyaris tidak ada yang terbuang sepanjang hari. Bahkan waktu berkumpul dengan teman-teman sejawatpun dihabiskannya dengan merajut.
Dia menyebut usaha ini dimulainya sejak buah hatinya duduk di bangku SD hingga SMA saat ini. "Hanya saja selama ini masih online penjualannya. Awalnya tiap diupload yang sudah jadi selalu habis terjual," ujarnya baru-baru ini.
Shinta mengatakan skill merajut sudah lama ditekuninya. “Karena saya orang Ambon, mungkin dasarnya sudah ada, merajut. Terus pindah tugas ke Palembang sempat dua tahun di sana, dan jumpa sesama orang Ambon. Dia sampai buat spei, bad cover, gorden. Di sini, saya perdalam ilmu saya,” ungkapnya.
Nah, selama di Palembang, Shinta mengaku banyak mendapat motivasi dari temannya ini. Salah satunya, mendorongnya untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuannya agar bisa menghasilan.
Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi Shinta dalam berkarya dan berkreasi. Hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk mengikuti bazar dan pameran sebagai upaya memperkenalkan karya-karyanya kepada publik.
Dari sejumlah karyanya, Shinta mengaku lebih fokus dan tertarik dengan merajut tas. Baginya membuat tas menghadirkan dan memberikan banyak inspirasi. “Banyak inspirasi saat membuat tas itu. Saya duduk merenung, modal tas apa yang saya buat. berimajinasi,” ujarnya.
Untuk membuat tas, misalnya dibutuhkan satu hingga dua hari, tergantung tingkat kesulitan. Produknya dijajakan mulai Rp150 hingga Rp350 ribu per satuan.
Sedangkan bahan baku, Shinta mengaku mendatangkan dari dari luar kota seperti Solo, Surabaya. “Bahan rajutan kita beli dari online, Solo, Surabaya. Seperti spandek, tali kulit, benang katun biasa, spesial produknya, tas,” ungkapnya.
Dari usaha ini, Shinta mengaku akan terus berkreasi dengan rajut. Dia pun memiliki impian bisa membuat karya yang dipadukan dengan kearifan lokal Sumut, seperti tenun.
Kepada kaum ibu, Shinta pun berpesan agar jangan ragu mengembangkan skill yang ada. Seperti dirinya, berwirausaha juga bisa menjadi ibu rumah tangga tanpa mengabaikan peran seorang ibu dan istri.
Shinta mengatakan di tengah kesibukkannya merajut, dirinya tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah secara sendiri juga mengurus anak tanpa pembantu
"Daripada kita menghabiskan waktu dengan percuma, ngobrol yang tidak penting, lebih baik dimanfaatkan dengan berwirausaha dari yang kecil dulu seperti ini," jelasnya.
. "
(UKM02)