Irma Suryani Resign dari Perusahaan Bangun Bisnis Gula Semut

Irma Suryani Resign dari Perusahaan Bangun Bisnis Gula Semut

Diposkan: 27 Mar 2019 Dibaca: 1034 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Bekerja di sebuah perusahan swasta dengan gaji besar adalah setiap impian semua orang. Namun, ternyata kenyamanan dan kebebasan waktu menjadi tantangan. Sehingga banyak orang yang memilih mencari pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan waktu yang dimilikinya.

Seperti Irma Suryani (36), wanita muda yang memilih  resign dari perusahaan swasta bidang  perkebunan tempat dia bekerja kemudian merintis usaha gula terbuat dari aren asli, gula semut sejak 2 tahun terakhir.

“Saya memilih resign dari pekerjaan saya sebelumnya karena saya ingin punya waktu juga buat anak saya dan keluarga. Karena hal tersulit bagi saya bekerja di perusahaan adalah membagi waktu dengan keluarga. Sehingga akhirnya saya memilih usaha gula semut yang juga sangat dibutuhkan untuk kesehatan keluarga untuk dikonsumsi,”ujar Irma, Rabu (27/3/2019).

Dalam membangun usaha gula semut ini, Irma mengaku menjaga kualitas dan keaslian. “Gula semut murni saya dari aren asli, dalam pengolahan saya sedikit terkendala karena sedikit  rumit, karena jika salah pengolahan akan terjadi penggumpalan, gula semut ini bentuknya tidak seperti bongkahan gula merah tetapi sudah berbentuk serbuk halus jadi mudah larut jika dicampurkan dengan teh, dan kopi,"jelasnya kepada ukmkotamedan.com.

Irma menambahkan alasannya memilih usaha ini, karena gula semut ini memiliki banyaknya manfaat bagi tubuh. Selain itu juga aman dikonsumsi penderita diabetes, dan juga bisa menjadi alternatif pengganti gula putih.

“Bahkan bukan hanya itu saja, namun juga bisa untuk diet. Caranya minum teh setiap hari dengan mengganti gula putih dengan gula semut, saya sudah mencoba dan terbukti ada pengurangan berat badan,"paparnya.

Warga Jalan Garu 3 Kecamatan Medan Amplas ini,  menyebutkan gula semut tersebut diproduksi di Jalan Kapten Batu Sihombing, Laut Dendang, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. “Untuk pasar kita sudah memasukkannya ke swalayan, hotel, apotik dan rencananya saya akan mencoba ekspansi ekspor ke sejumlah negara, saat ini saya masih mencari jalan untuk pasar ekspor,”ujarnya.

Irma mengaku untuk memasarkan gula semut ini ke hotel tidak mudah, karena banyak saingan. Namun, seiring perjalanan waktu kini sejumlah hotel bersedia bekerja sama.

Untuk kapasitas produksi, rata-rata mencapai 10 kg setiap harinya. “Untuk mendapatkan 10 kg ini cukup sulit. Karena dari  5 liter nira hanya bisa menghasilkan 1 kg bongkahan gula merah kemudian diolah lagi akhirnya menjadi gula semut hanya 750 gram, menyusut karena proses pemanasan yang dilakukan berulang-ulang"jelasnya lagi.

Dalam membangun bisnis, Irma mengaku tidak mau curang. Dia konsisten menjaga kualitas produknya.  Dari usaha ini, Irma bisa meraup omset Rp 4 juta rupiah dalam 3 bulan.

Ia berharap usahanya ini dapat terus berkembang dan menembus pasar ekspor. Sedangkan untuk harga gula semut  ini ditawarkan mulai Rp 8 ribu hingga Rp35 ribu per kemasan. "Kita juga ada kemasan saset isi 25 dengan harga Rp 50 ribu,"ujarnya. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved