Irjie Kaligrafi, Wadah Puji dan Suami Bangun Perekonomian Keluarga Lewat Ukiran Indah
Diposkan: 25 Sep 2018 Dibaca: 1265 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dukungan keluarga diperlukan dalam proses perkembangan usaha. Karena namanya usaha, tidak lepas dari pasang-surut yang memerlukan dukungan orang terdekat untuk menguatkan jika mengalami kegagalan.
Bagi Puji (31 tahun) dukungan terhadap suami dalam usaha pembuatan hiasan kaligrafi bukan hanya dukungan moril,, tapi juga dilakukan sepenuh hati dengan terlibat aktif memasarkan produk buatan suaminya tersebut. "Irjie Kaligrafi ini sejak 2010 lalu. Nama Irjie itu singkatan dari Irwan (suami Puji) dan Puji saya sendiri," ujarnya kepada ukmkotamedan.com, Selasa (25/9/2018).
Ibu dua anak ini menceritakan, sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat brand (merk) sendiri, Irwan (40 tahun) kata Puji mulai belajar membuat kaligrafi sejak duduk di bangku SMA. Kebetulan, ada tetangganya yang memiliki usaha kaligrafi. Sang suami pun belajar memahami seluk-beluk dunia kaligrafi.
"Lalu, suami saya bekerja di tempat orang lain. Perlahan-lahan dia kumpulkan modal untuk bisa bangun usaha sendiri. Dan 2010 itu dimulai dengan modal Rp30 juta untuk membeli peralatan seperti mesin potong, kompresor dan lain-lainnya," katanya.
Kaligrafi yang dibuat yakni ayat-ayat suci Al Quran seperti ayat kursi (Al Baqarah 255), Ayat 1000 Dinar (At-Thalaq ayat 2-3) dan lain-lain. Bahan yang digunakan antara lain; aluminium fiber, foil, dan silikon. Sedangkan untuk bingkainya terbuat dari kayu, fiber dan lain-lain.
Menurutnya, dalam membuat kaligrafi, Irwan dibantu seorang karyawan. Namun jika pesanan cukup banyak, ada dua orang lainnya yang membantu membuat lukisan atau ukiran kaligrafi, sementara sang suami fokus membuat bingkai.
Soal lamanya pembuatan, menurut Puji memakan waktu beragam. Untuk kaligrafi yang biasa disebut dalaman, dikerjakan dalam waktu seminggu. Sedangkan bingkai, pengerjaannya lebih singkat, rata-rata dua bingkai selesai dalam waktu sehari.
"Untuk kaligrafi yang paling dicari orang itu biasanya yang Ayat Kursi. Kalau yang sudah ada biasanya beli yang Ayat 1000 Dinar. Seperti kalau datang ke kios kami (Jalan Karang Sari di depan SMA Negeri 2 Medan) konsumen nanya kaligrafi apa lagi yang bagus selain Ayat Kursi, kami tawarkan yang Ayat 1000 Dinar, dengan harapan bisa memperlancar rezeki," ucapnya.
Menurut Puji, kaligrafi yang kini paling populer adalah yang terbuat dari aluminium lantaran lebih cantik. Kata dia, ukiran kaligrafi dari bahan aluminium terlihat seperti tiga dimensi, oleh karena itu banyak yang suka.
Kalau kisaran harga kaligrafi mulai dari Rp125 ribu, hingga yang besar Rp1,5 juta berukuran mulai 30 x 30 cm hingga 60 x 120 cm. "Kalau sama bingkai ada penambahan ukuran 5 Cm," jelasnya.
Tidak hanya kaligrafi, saat ini Puji mulai merambah ke desain hantaran seperti rangkaian uang kertas maupun logam yang dibentuk seperti masjid, tulisan asma Allah dan Muhammad SAW, hingga desain lainnya. Untuk produk itu dia mengaku mengerjakannya sendiri lewat tutorial seperti dari laman pencarian google, video tutorial hingga belajar dari rekannya.
"Kalau untuk hantaran, saya yang buat, suami saya yang buat bingkainya. Untuk kaligrafi, suami yang buat, saya bagian pemasaran," kata dia lagi.
Selain dari pelanggan yang datang ke kios, berbagai media sosial juga jadi sarana pemasaran seperti di Jie pujie untuk akun Facebook serta Instagram, jie_irjiekaligrafi. Selain itu, aplikasi WhatsApp hingga e-commerce pun diberdayakan.
"Dari kenalan, teman, adik kelas waktu sekolah dulu juga kadang memesan, entah untuk keluarganya atau temannya.
Situs blibli.com, bukalapak.com juga ada. Di Carrefour juga kami pasok barang dengan sistem pembayaran konsinyasi," ungkapnya.
Saat ini, omset yang didapat perbulan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga plus keberlangsungan usaha dan memberi upah pihak yang diajak kerja sama. Kata Puji, Rp5 juta hingga Rp8 juta bisa didapat setiap bulan. Itu belum lagi saat momentum jelang Idul Fitri yang biasanya omset meningkat hingga 50%.
Selain itu, menjadi usaha kecil menengah (UKM) di Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian membuat Irjie Kaligrafi mendapat manfaat lebih. Puji mengaku sering mendapat undangan untuk hadir menjadi bagian pameran hingga bazaar. Dari situ pula, pendapatan bisa bertambah.
Selain itu, kendati belum mendapatkan kupon nomor, Irjie Kaligrafi juga besar kemungkinan akan mendapat tempat di MTQ Nasional 2018 di Medan mulai 4 Oktober mendatang. "Tadi sudah cek lokasi MTQ di Jalan Pancing, tapi nomor belum dibagikan," ucapnya.
Dia berharap, kerja kerasnya bersama suami bisa membuat Irjie Kaligrafi lebih dikenal di masyarakat khususnya pencinta kaligrafi ayat suci Al Quran. "Harapan kami bisa lebih dikenal lagi. Salah satu upaya kami dengan rutin mengikuti pameran jika ada undangan dari instansi pemerintah," pungkasnya.(UKM05)