International Oil Palm Conference 2018 Segera Digelar
Diposkan: 27 Jun 2018 Dibaca: 1376 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-International Oil Palm Conference (IOPC) 2018, segera digelar di Hotel Santika Dyandra Medan pada 17-19 Juli mendatang. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menggelar event ini dengan tema 'smoothing the market disequilibria' yang diangkat sebagai langkah tepat karena ketidakseimbangan dan ketidakpastian harga minyak sawit, serta kampanye negatif yang gencar terhadap kelapa sawit.
Direktur PPKS, Hasril Hasan Siregar, mengatakan kelapa sawit memiliki peran startegis bagi perekenomian Indonesia. Komoditi ini menghasilkan devisa negara, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah dengan dampak multiplier effect.
"Tapi, kelapa sawit mengalami banyak tantangan terkait perdagangan dan isu kampanye negatif kelapa sawit," katanya, baru-baru ini. Disebutkannya di sektor perdagangan, harga minyak kelapa sawit mengalami fluktuasi harga seiring dengan terjadinya ketidakseimbangan pasar dunia minyak nabati. Kemudian, kekhwatiran produsen minyak nabati bersaing dengan minyak sawit menjadi pemicu intesifnya kampanye negatif.
"Awalnya kampanye minyak sawit sebatas isu kesehatan yang mempengaruhi konsumen. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir melebar ke aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Strategi kampanye negatif tersebut terstruktur, sistematis dan masif yang melibatkan LSM anti sawit internasional dan lokal dengan menggunakan media hingga media sosial," ungkapnya.
Selain itu, kampanye negatif tidak sekedar mempengaruhi opini publik secara global, tetapi menggunakan jalur konsumen, produsen, industri, kelembagaan pendukung hingga jalur pemerintah.
"Permasalahan tersebut menuntut peranan institusi penelitian dalam pembuktian secara ilmiah untuk menangkal kampanye negatif dan menghasilkan inovasi yang berkelanjutan hingga diseminasi hasil perkembangan teknologi terkini kelapa sawit," ujarnya Hasril yang juga ahlu iklim tersebut.
Dalam pertemuan tersebut juga turut hafir Kabid Penelitian, Suroso Rahutomo, Kepala OPSTP, Donald Siahaan, Ketua Kelompok Peneliti Rekayasa Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan, Erwinsyag serta tim ahli peneliti lainnya.
Ketua Panitia IOPC 2018, Sri Wening menambahkan acara IOPC merupakan kegiatan empat tahun sekali yang dilakukan sejak 1998 dengan topik terkini dengan pembicara internasional terkemuka.
"Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang berbagi informasi riset dan teknologi kelapa sawit terkini dari berbagai negara serta membahas permasalahan perkelapasawitan dunia," sebutnya.
Pada IOPC 2018, dengan tagline "Innovation & Technologies to Challenge the Disequilibria in The Global Market" akan membahas tentang, keberlanjutan kelapa sawit dengan atau tanpa pasar Uni Eropa, prospek dan masa depan kelapa sawit, peraturan keamanan pangan dalam kaitannya dengan kontaminasi 3MCPD/GE minyak sawit.
"Kemudian, kemajuan dalam biofuel berbahan minyak sawit, kemajuan dalam rekayasa hayati dan bioproses minyak sawit, life cycle assessment dan waterfootprint, Minyak sawit sebagai bahan untuk pangan fungsional, kosmetik, dan produk farmasi,” pungkasnya.(UKM03)