Inovasikan Jamu dengan Kemasan Kekinian, Feti Raup Omset Puluhan Juta Perbulan

Inovasikan Jamu dengan Kemasan Kekinian, Feti Raup Omset Puluhan Juta Perbulan
Feti Purweni bersama produk jamu kekiniannya

Diposkan: 12 Nov 2018 Dibaca: 53 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Jamu tradisional biasanya dijajakan dengan digendong dan gerobakan, namun kini di Kota Medan telah hadir jamu tradisional dihadirkan dengan kemasan modern yang kekinian.

Menggunakan botol plastik setara dengan minuman soft drink. Sehingga minuman jamu yang terkenal bercitarasa pahit kini justru diminum seperti jus.

Minuman rempah ini  adalah inovasi ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak, Feti Purweni warga Jalan Baru Lingkungan xv Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Feti Purweni mengakui, berinovasi menjual jamu dengan kemasan kekinian karena ingin masyarakat Kota Medan khususnya mengonsumsi minuman sehat dan mengurangi minuman siap saji yang kini diindikasikan banyak menggunakan penggunakan pengawet agar tahan lama.

"Saya ingin jamu atau minuman rempah ini dapat dikonsumsi masyarakat seperti mengkonsumi minuman softdrink, agar terhindar mengkonsumsi minuman yang mengandung pengawet, minuman rempah ini juga memiliki khasiat bagi tubuh karena terbuat dari bahan alami dan non pengawet," jelasnya kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Senin (12/11/2018) di Gran Aston Hotel Medan.

Memulai usaha minuman rempah diakui Feti diawali karena ia sangat suka minum jamu dan rutin membuat jamu untuk suaminya. Untuk menghindarkan minuman pengawet yang banyak beredar saat ini, membuatnya prihatin sehingga ia terinspirasi membuat minuman rempah namun juga menarik untuk diminum kapan saja dan dimana saja.

Sebelumnya juga, ada rekan terdekatnya yang mengaku sangat suka dan merasakan khasiat dari minuman rempah buatannya sehingga ia menjadi lebih bersemangat untuk memproduksi minuman rempah untuk diperjual belikan.

Untuk memulai bisnis ini, ia mengaku hanya mengeluarkan modal senilai Rp 3 juta. Modal itu untuk membeli bahan rempah-rempah, botol, label dan biaya operasional. Produksi pertama hanya 60 botol dengan 1 varian yakni jamu kunyit asam yang berbahan jahe merah, induk kunyit, kencur, pinang muda, temu putih, asam Jawa, gula aren dan garam.
 
Seiring waktu, bisnis yang berdiri baru 6 bulan itu kian dipercaya oleh masyarakat. Produksinya terus meningkat menjadi 100 botol/hari dan variannya pun bertambah yaitu kini ada varian minuman rempah manjakani khusus untuk kaum perempuan. Minuman rempah manjakani ini diproses menggunakan rempah-rempah diantaranya kayu rapet,daun sirih, jahe merah, induk kunyit, temulawak, temu putih,kencur, pinang muda, asam Jawa, gula aren dan garam.

Satu lagi varian minuman jahe yang dibuat menggunakan jahe merah, serai,gula aren dan garam.


"Saya bertekad jamu dengan kemasan botol ini bisa lebih baik. Sebenarnya inikan Jamu tapi kita buat seperti minuman rempah sehingga minuman ini menjadi minuman segar yang tidak pahit. Sehingga bagi yang tidak suka jamu karena rasanya yang pahit, minuman rempah ini bisa menjadi alternatif", katanya.

Untuk ketahanannya, minuman sehat ini hanya bisa disimpan selama 3 hari dengan suhu normal, namun jika disimpan di lemari es bisa bertahan 15 hari. Lebih segar jika dikonsumsi dengan dipanaskan terlebih dahulu.


Untuk menikmati sebotol minuman rempah ini, cukup membayar Rp15.000 bisa dikonsumsi 2 sampai 3 kali.

Dan paling menggembirakan Omset perbulan mencapai  Rp10 juta, selain dipasarkan secara  online dan dari mulut  ke mulut, mengikuti pameran -pameran merupakan promosi yang paling diandalkan oleh perempuan berusia 43 tahun ini.(UKM06)


Tags

2 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved