Inovasi Kertas Kreatif Berbahan Limbah

Inovasi Kertas Kreatif  Berbahan Limbah

Diposkan: 17 Feb 2019 Dibaca: 1491 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Beragam produk yang bisa dihasilkan melalui penelitian. Salah satunya, kertas kreatif dengan memanfaatkan bahan baku limbah.

Inovasi kertas kreatif ini merupakan Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian, yang diketuai Prof Rosdanelly, dengan anggota Prof Irvan serta melibatkan enam mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) masing-masing; Philip, Athir, Bimayu, Ardi, Leo dan Sasro.

“Ide membuat kertas kreatif ini bermula dari kertas ucapan selamat ulang tahun, undangan yang saya lihat. Saya bertanya, kenapalah harga kertas ini mahal kali,”ujar Prof Rosdanelly baru-baru ini kepada wartawan.

Prof Rosdanelly, mengaku prihatinan melihat mahalnya harga kertas. Sehingga menjadi inspirasi untuk menghadirkan kertas alternatif atau kertas kreatif.

Melalui program pengabdian masyarakat berbasis penelitian, pihaknya mengembangkan produk-produk hasil penelitian dengan menggunakan bahan baku limbah seperti seperti ampas tebu, limbah pelepah sawit, daun-daun dan kayu-kayu, lalang-lalang yang banyak ditemukan banyak dikampus.

Dijelaskan Prof  Rosdanelly, kertas kreatif ini merupakan Produk Laboratorium Proses Industri Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) yang didanai dana non Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNPB) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2018.

Inovasi kertas kreatif yang sudah diproduksi ini sambungnya, dikerjasamakan dengan orang-orang  kreatif yang punya kemampuan untuk mengkreasikannya. Sebab ditangan orang kratif, kertas alternatif ini bisa diolah menjadi beragam produk, seperti kotak pensil, bingkai foto, lampion dan masih banyak lainnya.

“Kalau saya kan tidak kreatif untuk membuat art gitu ya. Jadi saya buat kertasnya saja,”ujarnya seraya menambahkan program pengabdian berbasis penelitian ini, sebagai upaya mengembangkan produk-produk hasil penelitian dosen yang dimulai sejak tahun 2018 lalu.

Diawal memulai membuat kertas alternatif ini sebut Prof Rosdanelly, dibuat dengan proses yang sederhana. “Awalnya dimasak  dulu, istilahnya membuat pulp, kemudian dicetak jadi kertas. Setelah jadi kertas saya bekerjasama dengan syaf handicraft,”ujar Prof Rosdanelly yang juga Kepala Laboratorium Proses Industri Kimia Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Menurutnya, kertas kreatif ini akan tetap memiliki prospek bisnis yang menjanjikan kedepannya. Bahkan Prof Rosdanelly cukup optimis dengan kertas alternatif ini, meski ditengah tren pergeseran undangan online.

“Jadi kita memasok bahan mentah ke pelaku usaha, kemudian dia yang berkreasi membuat tempat pinsil, tempat tisu, tas dan
lainnya,”ujarnya.

Sejak tahun 2018 sebutnya, kapasitas produksi kertas alternatif ini, masih terbatas. Karena rata-rata setiap minggunya masih mencapai 50 lembar kertas kreatif dengan ukuran A3. Sedangkan hasil dari pembuatan kertas ini, beragam tergantung bahan baku yang digunakan.

Produk unik dan ramah lingkungan ini sambungnya, selain bisa dibuat untuk beragam kreasi, kertas alternatif ini untuk membuat produk kreatif yang lain. Dengan kehadiran inovasi ini, kedepan ditargetkan memanfaatkan sampah, limbah padat yang ada di sekitar kampus. Sehingga kampus menjadi lebih bersih.

Selain itu sambungnya, dengan kehadiran kertas kreatif ini juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kreatif untuk mendapatkan bahan baku. Karena selama ini para pelaku usaha kreatif tersebut umumnya, masih mengimpor bahan baku dari Jawa. (UKM01/rel)

 


 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved