Inovasi dan Teknologi Kunci Masa Depan Pertanian

Inovasi dan Teknologi Kunci Masa Depan Pertanian

Diposkan: 23 Aug 2019 Dibaca: 1212 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, BOGOR – Inovasi dan teknologi menjadi kunci masa depan pertanian. Karenanya, jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Balitbangtan) fokus dalam menghasilkan inovasi dan teknologi yang bisa dimanfaatkan petani dan berguna untuk masyarakat. 

“Masa depan pertanian ada di Balitbangtan. Kalau ingin berkompetisi dengan negara lain, harus menguasai teknologi. Inovasi baru harus terus muncul. Para pakar, doktor, dan profesor harus bisa menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh petani dan masyarakat,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  saat menghadiri acara Launching Produk Inovasi Balitbangtan, di Kampus Pertanian, Bogor, Kamis (22/8/19). 

Penelitian sebutnya, tidak hanya sekedar menjadi makalah dan buku, namun harus menghasilkan teknologi yang dapat dirasakan manfaatnya masyarakat. Bahkan penguasaan dan kontribusi teknologi inovatif dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

“Sejumlah teknologi inovatif terkini yang kami launching pagi ini diarahkan menjawab tantangan pertanian global dan nasional terkait peningkatan produktivitas dan akselerasi ekspor pertanian,” sebutnya. 

 Amran mengapresiasi beberapa terobosan inovasi yang telah dihasilkan Balitbangtan, seperti sapi belgian blue. Sapi Belgian Blue merupakan salah satu sapi potong rumpun asal Belgia yang sedangkan diupayakan untuk dibudidayakan di Indonesia. “Sapi Belgian Blue ini bisa menjadi harapan kita untuk mewujudkan swasembada daging sapi,” tandasnya. 

Untuk mendukung upaya menghasilkan teknologi yang tepat guna bagi petani,  Kementan melakukan refocusing anggaran untuk kebijakan dan program pemberdayaan petani. Langkah ini diharapkan dapat menyentuh petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. 

Dalam kesempatan tersebut juga dirangkai dengna penandatangan MoU, perjanjian kerjasama dan lisensi, serta penyerahan royalti tahun 2019 sebesar Rp 8,461 miliar.  Kerjasama alih teknologi secara komersial melalui lisensi ini dilakukan guna mempercepat pemanfaatan hasil riset yang telah dihasilkan oleh para peneliti Balitbangtan. 

 “Diharapkan, ke depan, akan semakin banyak inovasi Balitbangtan yang dilisensi oleh mitra industri,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Fadjry Djufry dalam sambutannya. 

 Dalam kegiatan ini, Balitbangtan melaunching sejumlah produk inovasi yang dibagi ke dalam kelompok besar, yaitu produk litbang nanoteknologi, biofortifikasi, dan bioteknologi. Salah satunya,  produk nanoteknologi yang diluncurkan adalah kemasan ramah lingkungan Bioplastik Nanoselulosa Limbah Pertanian dan Biodegradable Foam atau disingkat Biofoam. Keunggulan dari bioplastik ini adalah mudah terurai secara alami yaitu butuh waktu 60 hari. 

“Penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku bioplastik nanoselulosa mampu mengurangi pencemaran akibat limbah yang tidak tertangani dengan baik,” terang Fadjry. 

 Sementara untuk kelompok biofortifikasi, salah satu produk yang diluncurkan kedelai Biosoy yang merupakan hasil bioteknologi. 

 “Kedelai biosoy memiliki ukuran biji besar dan hasil tinggi. Ukuran biji ini mirip dengan biji kedelai impor yang berbobot sekitar 20 gram per 100 biji,” kata Fadjry.

Kedelai Biosoy juga memiliki produktivitas 14-18% lebih tinggi dibanding varietas yang dilepas sebelumnya. Produksi benih Biosoy terus diperbanyak dan sudah mulai didistribusikan ke petani-petani di Indonesia. Keberhasilan pengembangan kedelai Biosoy, diharapkan Fadjry dapat berdampak terhadap peningkatan produksi nasional kedelai menuju swadembada kedelai dan penghematan devisa nasional. (*/kementerian pertanian)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved