Ini Upaya Asprindo Agar UKM Semakin Berdaya Saing
Diposkan: 29 Aug 2018 Dibaca: 1464 kali
UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN- Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo), mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memanfaatkan teknologi dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya. Sehingga produk yang diciptakan atau dipasarkan semakin daya saing bahkan dapat menembus pasar luar negeri atau internasional.
Hal ini dinilai penting, mengingat Sumatera Utara memiliki potensi bahan baku dan sumber daya alam yang melimpah. Hanya saja dalam pengelolaannya masih belum maksimal.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Ketua Dewan Pakar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asprindo, Prof Mukhlis Bahrainy, bertajuk ‘Membangun perkampungan industri dan agro industri melalui pemanfaatan tehnologi bisnis’, Rabu (29/8) di sekretariat Asprindo Sumut, Jalan Tennis.
Anggota profesional Institute of Food Technologist in Chicago, Amerika Serikat ini memaparkan agroindustri memiliki banyak peluang bisnis yang bisa diciptakan menjadi beragam makanan, dikarenakan memiliki bahan baku yang melimpah.
Dengan potensi yang melimpah ini, Asprindo memiliki model perkampungan industri kecil menengah Asprindo (Pikma) untuk mendorong dan mengembangkan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga usaha tersebut semakin bertumbuh dan berkembang.
Misalnya saja bagaimana mengolah buah menjadi jus atau minuman segar, agar bisa lebih awet. Dengan begitu, produk tersebut memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Hal ini bisa dilakukan dengan adanya dukungan teknologi bisnis. Dalam membangun bisnis berbasis iptek ini sambungnya, produk yang dihasilkan juga harus memiliki unggulan dan tentunya dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pasar.
Acara yang dihadiri lebih dari 40 anggota Asprindo dari berbagai daerah seperti Medan, Deli Serdang , SerdangBedagai ini, mendapat respon positif. Bahkan apa yang dipaparkan Prof Mukhlis dapat diaplikasikan dalam mengembangkan bisnis produk pertanian dan turunannnya.
Misalnya, Sofiah pengurus DPW Asprindo Sumut, berharap apa yang dipaparkan Prof Muklis penting untuk ditangkap peluangnya. Sehingga usaha berbasis agroindustri yang dikelola dengan memanfaatkan tehnologi, agar produk yang dihasilkan semakin bagus.
“Terobosan ini, harus dilaksanakan. Seperti tadi satu contohnya yang dipaparkan dalam menggunakan tehnologi ini, untuk menciptakan jus, minuman segar. Bagaimana agar usahanya bisa ekport. Bagaimana kemasan, disini kita belajar. Selain itu, dari singkong, ampas bisa di jual. Tomat Berastagi bisa dijadikan pasta. Di daerah saya juga banyak perkampungan tahu, tempe, bagaimana agar produk-produk ini bisa ekport,”ujarnya.
Selain itu anggota lainnya, Rita Maizar pemilik usaha dodol Sejahtera mengaku pemaparan dewan pakar DPP Asprindo tersebut ini, semakin membuka pasar terhadap produk UKM. Karena banyak industri makanan yang bisa diproduksi dengan penggunaan teknologi.
“Saya pikir ini luar biasa. Kehadiran prof, bisa membuka peluang,”ujarnya. Dalam kesempatan ini Prof Mukhlis juga mengajak pelaku usaha berperan dalam mengembangkan ekonomi dari hulu hingga ke hilir.
Ketua DPW Asprindo Sumut, Rafriandi Nasution menambahkan, apa yang dipaparkan prof Mukhlis ini akan diinventarisasi dan dikaji kemudian akan dipetakan. “ Kita akan menindaklanjuti dengan mempertimbangkan skala prioritas program yang berbasis bahan baku atau produk berkesinambungan yang bisa disinergikan dengan pemanfaatan teknologi bisnis,”pungkasnya. (rel/UKM01)