Ini Pernyataan PLN Terkait Kompensasi Jika Padam Listrik
Diposkan: 07 Jul 2019 Dibaca: 917 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN - Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Sumatera Utara membuat masyarakat resah. Selain mengganggu aktivitas, pemadaman tiba-tiba juga tidak pelak membuat peralatan elektronik milik masyarakat pun menjadi rusak. Sehingga Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk mengganti kerugian yang dialami pelanggan.
Menanggapi ini, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara (Sumut) Rudi Artono mengatakan pemadaman listrik di Sumut tidak terlepas dari cuaca, gangguan jaringan termasuk gangguan disebabkan pepohonan. Kedati demikian pihaknya mengatakan tetap mengupayakan bagaimana agar tidak terjadi pemadaman listrik.
Terkait kompensasi diakuinya sudah ada aturannya dari kementerian ESDM. Jika dalam waktu tertentu terjadi padam listrik kompensasi itu tetap dijalankan oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara (Sumut).
"Kita tetap kasi kompensasi kepada pelanggan jika terjadi mati lampu dengan waktu tertentu. Kompensasi itu kita berikan langsung, kita berikan dari tagihan rekening pelanggan secara otomatis," katanya pada Minggu (7/7/2019).
Kompensasi itu tetap diberikan jika masuk dalam kriteria yang ada dalam aturan. Sehingga listrik padam maka masyarakat akan mendapat pengurangan di rekeningnya.
"Itu sudah berjalan lama sejak aturan kementerian itu ada," ungkapnya.
Semuanya sebutnya, sudah tertuang dalam UU Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, UU 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, PP tahun 23 tahun 2014 tentang Kegiatan Usaha Penyedian Tenaga Listrik, dan Permen ESDM tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN.
Jadi pihaknya sejauh ini membayarkan apa yang menjadi hak pelanggan. Hanya saja dikatakanya banyak masyarakat yang tidak faham soal ini. Karena pihaknya memberikan kompensasi secara otomatis saat pelanggan melakukan pembayaran.
Untuk kehandalan listrik, program kedepan PLN tetap melakukan hal-hal penting yakni melakukan pemadaman listrik terencana, pemeliharaan jaringan.
"Kita lakukan perintisan pohon-pohon yang ada didekat jaringan, kita bersihkan termasuk juga kalau ada reklame yang berpotensi untuk menganggu jaringan kita berupaya bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengamankannya agar tidak menggangu jaringan yang ada," paparnya lagi.
Sejauh ini gangguan listrik di Sumut disebabkan 60 persen karena pohon. Selebihnya disebabkan hewan. Contohnya di daerah gunung gangguan jaringan karena adanya burung yang bertengger di kabel-kabel.
Kalau memang ada pohon di lingkungan masyarakat yang menggangu jaringan ia mohon masyarakat agar melaporkan ke PLN untuk segera dibersihkan. Karena sejauh ini dikatannya gangguan karena pohon itu merupakan peristiwa berulang. Apalagi terjadi angin kencang, cuaca ektrim dan basah karena hujan.
Selain itu, saat ini pihaknya sedang gencar mengerjakan program pemasangan kabel bawah tanah."Tapi persentasenya masih kecil, tapi terus kita mulai lakukan kabel-kabel bawah tanah itu untuk kehadalan listrik," ucapnya.
Memang untuk mewujudkan kabel listrik bawah tanah ini membutuh waktu lama sebutnya, sekarang masih 10 persen di kawasan Jalan Gatot Subroto, Tomang elok, dan jalan Binjai. (UKM06)