Ini Penyebab Tren Pelemahan Rupiah Terus Berlanjut
Diposkan: 03 Jul 2018 Dibaca: 1439 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sejauh ini pelaku pasar telah melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi kinerja mata uang rupiah. Sejauh ini juga tren pelemahan rupiah masih terus berlanjut.
“Sampai sekarang saja rupiah sudah berada di level Rp14.405 per US Dolar. Sangat terpuruk kinerjanya. Padahal sejumlah upaya sudah dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam posisi ini saya menilai BI sudah maksimal dalam melaksanakan perannya,” kata Gunawan Benjamin, pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Selasa (3/7/2018).
Gunawan menuturkan, kenaikan bunga acuan BI sudah dilakukan, dan dalam kurun waktu singkat sejak masa jabatan Gubernur BI yang lama berakhir, telah terjadi kenaikan BI 7DRR sebesar 100 basis poin. Namun hasilnya belum mampu membuat rupiah perkasa terhadap US Dolar.
“Karena kita memiliki masalah fundamental yang sangat kuat korelasinya dengan sisi eksternal. Lihat saja harga minyak mentah dunia bertengger di kisaran $74 per barel saat ini. Seharusnya memang dilakukan penyesuaian (dinaikkan) terhadap harga BBM di dalam negeri. Namun pemerintah memang sudah berjanji tidak menaikkan BBM dan TDL. Ini masalahnya. Saya menilai memang tidak 100% pemerintah salah dalam memberikan janji tersebut,” terangnya.
Hanya saja, lanjutnya memang ada fluktuasi harga komoditas khususnya serta masalah pada ekonomi global belakangan ini. Di mana perang dagang serta rencana kenaikan suku bunga The FED menjadi isu krusial yang membuat arah ekonomi dunia berubah. Dan sayangnya lebih banyak merugikan perekonomian nasional. Sebelumnya pemerintah berjanji disaat sejumlah indikator eksternal memang memungkinkan tidak akan ada penyesuaian sejumlah harga. Namun sayang seiring waktu berjalan semuanya berubah.
“Saya menilai masalah pelemahan Rupiah saat ini itu gendangnya ada dua. Yakni ekspektasi kenaikan suku bunga acuan di AS, dan defisit neraca perdagangan nasional yang melebar. Nah kita harus kendalikan defisit tersebut. Mohon maaf, salah satu jalan keluarnya adalah dengan menaikkan harga BBM bersubsidi dan memungkinkan untuk menaikkan tarif dasar listrik,” pungkas Gunawan.
Meskipun pelemahan Rupiah sejauh ini masih belum akan merusak sendi-sendi perekonomian. Namun di tengah ketidakpastian global saya menilai potensi pelemahannya harus diantisipasi jauh hari dari sekarang.
“Ini demi kebaikan kita bersama. Kita dihadapkan pada masalah eksternal diluar kemampuan kita dalam mengendalikannya. Dan sayangnya, kita dihadapkan dengan posisi-posisi sulit yang memaksa kita untuk mengambil jalan yang tidak biasa. Arus barang modal yang masuk masih terus terjadi, dan ini tentunya menguntungkan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi kedepan. Tetapi kita juga dihadapkan pada masalah CAD yang memburuk. Dan ini juga butuh solusi,” tutupnya. (UKM03)