Ini Alasan PLN Sumut Lakukan Pemadaman Listrik di Bulan Ramadhan
Diposkan: 11 May 2019 Dibaca: 730 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- PT PLN (Persero) Sumatera Utara mengakui telah melakukan pemadaman listrik dua hari berturut di Medan, lantaran menghindari peristiwa kelistrikan yang lebih besar lagi.
"Ada hal-hal yang diluar kemampuan kita sebagai manusia misalnya gangguan alam, gangguan peralatan yang rusak sebelum waktunya artinya ada live timenya atau ada umur operasinya yang diperhitungkan sampai 15 tahun tetapi ternyata 2 tahun sudah rusak dan hal- hal yang seperti ini tentu tidak bisa kita antisipasi. Ini membutuhkan recovery penggantian material," ungkap Manager komunikasi PLN wilayah Sumut Rudi Artono pada Jumat (10/5/2019) di Kantor PLN Unit induk wilayah Sumut.
Dikatakannya, awalnya kejadian pemadaman listrik dilakukan PLN ini pada tanggal 9 Mei 2019 tepatnya di pukul 04.45 WIB. Dikatakan pemadaman terjadi akibat Switzer. Rangkaian switzer inilah ada satu peralatan terjadi gangguan yang mengakibatkan terputusnya pasokan dari pembangkit ke sistem.
"Jadi tidak ada kendala di pembangkitnya, jadi pembangkit kita itu aman tidak masalah. Yang menjadi persoalan itu arus dari pembangkit ini tidak masuk ke sistem akibat switzer tadi bermasalah," ungkapnya.
Sehingga bertahap dilakukan pemulihan hingga pukul 06.38 WIB. Itu seluruh pelanggan umum kita sudah bisa nyala kembali, kemudian pukul 08.00 WIB baru pelanggan industri juga kembali dinyalakan.
"Alhamdulillah kita bersyukur atas pertolongan dari Allah SWT, tim kita itu dengan upaya yang perlu juga kami apresiasi begitu luar biasanya waktu singkat bisa melakukan recovery dan sudah berhasil dilakukan," katanya.
Namun sayangnya pemadaman kembali harus dilakukan PLN pada tanggal 9 Mei 2019 pukul 20.44 WIB, PLN kehilangan daya kembali dan terjadi pemadaman lagi sehingga Ada sebagian wilayah tidak bisa teraliri listrik lagi. "Kita konfirmasi ternyata ada kendala lagi, pembangkit trip di kapal Turki, ini dayanya sampai 480 Mega Watt tentunya sangat berdampak sekali," ujarnya.
Tetapi setelah pihaknya melakukan koordinasi ternyata troblenya akibat mesin kapal yang diakibatkan terjadinua penurunan di pipa gas. Jadi kapal yang menggunakan bahan bakarnya gas ini supplynya dari Arun.
"Panjang pipa ini sepanjang 360 km, dengan diameter 40 cm sehingga bisa dibayangkan seberapa besar pipa itu, teknisnya jika pipa ini mengalami penurunan gas membutuhkan waktu untuk pemulihan selama 2 jam " tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Rudi, Memang bisa dengan tekanan dibawah normal pihaknya menyalakan listrik tetapi hasilnya akan lebih parah lagi yaitu tidak optimal. Itupun jika hanya karena tidak optimal pihaknya bisa memaksakan untuk menyalakan listrik.
"tetapi ada resiko yang lebih parah lagi yang akan kita tanggung lebih besar yaitu istilah awamnya bisa gim. Bisa nyala sampai 2 bulan," katanya yang saat itu didampingi oleh Rizal Azhari, Manager UP3 Medan Utara dan Taufik Hidayat Senior Manager Distribusi PLN UIW Sumut.
Maka itu dikatakanya dengan sangat berat hati dengan penuh segala tekanan pihaknya terpaksa menunggu proses tekanan gas ini bisa mencapai yang ideal untuk mesin MTV kapal Turki.
"Kami tidak berharap ini pernah terjadi tapi inilah kenyataannya, bahwa ada kejadian yang di luar kemampuan kita sebagai manusia," katanya lagi.
Jadi sebenarnya untuk kesiapan keandalan listrik kita di bulan ramadhan sesungguhnya ditegasnya sudah sangat siap. Terbukti pihaknya sudah siapkan 300 posko, sebanyak 2456 petugas yang siap 24 jam bahkan juga punya kelebihan daya 10 persen. Tetapi ini semua di luar kuasa PLN. (UKM06)