Ini Alasan Oma yang Tetap Senang dengan Merajut

Ini Alasan Oma yang Tetap Senang dengan Merajut

Diposkan: 02 Oct 2018 Dibaca: 997 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Memiliki banyak keterampilan, menjadi hal yang menyenangkan bagi Dahlia (70). Bagaimana tidak, dengan  segudang ‘skill’ bisa dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sumber penghasilan tambahan.

Dahlia yang akrab disapa Oma, mulai mengembangkan bakat dan potensinya. Tidak tanggung-tanggung, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, bahkan ingin melestarikan rajut, agar semakin banyak pecinta rajut atau kerajinan tangan lainnya kedepan. Sebenarnya, Oma baru mulai menseriusi skill yang dimilikinya sejak empat tahun terakhir. Bahkan semangatnya, mendorong untuk menghadirkan kreativitas rajut.

Diceritakan Oma, pertama sekali mengenal rajut ini saat masih duduk dibangku IV Sekolah Dasar (SD). Ini bermula saat ibunya asik mengait setiap sisi dari seprei yang akhirnya membuatnya takjub.

“Awalnya, karena melihat emak saya merajut,  saat itu masih menggunakan benang warna putih.  Asal emak saya kerja, saya penasaran,  buat apa.  Tiba-tiba sudah jadi saja renda seprei. Dulu motifnya masih pucuk rebung. Kalau pas emak tinggalkan untuk keperluan sholat atau istriahat,  saya coba-coba buat,”ujarnya, Selasa (2/10/2018).

Oma mengaku sangat menikmati keterampilan merajut ini. Hingga suatu ketika, dia minta dibelikan peralatan merajut. Seiring berjalannya waktu,  karyanya awalnya yang berupa taplak meja semakin berkembang.

Apalagi setelah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini tidak terlepas dari guru prakarya yang mengajarkan beragam keterampilan termasuk menjahit. Dari sini ini pula, yang membuatnya berani menawarkan jasa menjahit pakaian kepada teman-temannya dengan model yang dikuasainya.

“Hasilnya, menambah uang jajannya,”ujarnya dan setelah pensiun, dia pun kembali ingin fokus berkarya dan berkreasi. Setelah selesai kuliah,  Dahlia yang merupakan ASN di salah satu dinas di jajaran Pemprovsu ini, mengaku tidak bisa menjalankan beragam skill yang dimilikinya. Karena aktivitas yang sangat padat pada waktu-waktu tertentu.

Namun memasuki masa pensiun,  Dahlia mengaku memiliki banyak waktu luang. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk  berkarya. Ini sekaligus untuk menghindarkan diri dari stres dan kepikunan, pasca pensiun.

“Kenapa saya mau kayak gini ini, saya mau menghindari kepikunan. Banyak orang duduk termenung, biasanya sibuk. Tau- tau ngak ada kegiatan, apa nggak pikun,”ujar  Oma .

Pertama sekali ingin fokus melakoni usaha ini, Oma mengaku mengganti seluler jadul miliknya menjadi android. Hal ini sebutnya untuk menambah wawasan dan mengembangkan keterampilannya. Sebab beragam skill dan ilmu yang bisa diperoleh melalui media online dan juga youtube.

Awalnya, beragam kreasi ini dipasarkan kepada kerabat dan keluarganya melalui arisan-arisan. Untuk harga, beragam kreasi ini dipasarkan bervariasi, mulai Rp 50.000 hingga ratusan ribu.  Hasil penjualannya,  kembali diputarkannya untuk membeli benang. Kemudian membuat kreasi baru.

Dia mengaku apa saja bisa dibuatnya. “Apa aja kita buat,  suka buka contoh, nggak ngerti buatnya buka youtube,”ujarnya.

Tidak hanya itu, Oma juga berani membuka diri dengan bergabung dengan komunitas, Asosiasi Rajut Indonesia (ARI). Pilihannya bergabung dengan komunitas ini sebagai upaya mengembangkan keterampilan. “Harapannya, craft jangan sampai hilang, dan semakin banyak anak-anak muda yang suka dengan keterampilan merajut ini,”pungkasnya.(UKM01)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved