Ingin Sukses? Pelaku Usaha Harus Perhatikan Merek dan Packaging
Diposkan: 23 Feb 2019 Dibaca: 840 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dalam menjalankan bisnis banyak hal yang perlu diperhatikan, yaitu merek dan packaging yang merupakan aset usaha.
Bagi pelaku usaha, aset bukan hanya soal properti atau barang, merek juga aset yang wajib diselamatkan.
Hal ini dikatakan A Pramono akrab disapa Mas Mono di hadapan peserta Workshop Data dan Strategi di Hotel Karabia Medan.
Dia adalah Owner Ayam Bakar Masmono yang sukses merintis usaha dari kecil hingga saat ini sukses dengan bisnis kuliner Ayam Bakar Mas Mono yang sudah terkenal dimana-mana.
Dikatakanya, ia merintis usaha dimulai dari berjualan gorengan keliling kemudian naik menjadi penjual nasi uduk dan juga jual nasi goreng. Dan selanjutnya ia naik kelas dengan usaha ayam bakar mas Mono yang sangat banyak peminatnya atau tidak pernah sepi pembeli.
"Atas izin Allah SWT, derajat saya dinaikkan dari pedagang gorengan menjadi pemilik usaha ayam bakar mas Mono, dimana dari usaha ini saya dapat membahagiakan orang tua dan keluarga saya, pastinya mensejahterakan pekerja saya," jelasnya.
Dalam paparan pria kelahiran Madiun ini bahwa sebenarnya semua manusia diberi kesempatan yang sama yaitu kesempatan 24 jam perhari. Namun yang membedakan adalah visi-misi dan motivasi diri. Selainitu apapun itu usahanya harus fokus dan tekun sebab dengan fokus dan ketekunan akan mengalahkan orang pintar.
Fokus artinya usaha itu dijalankan dengan fokus, misalnya jika menjual gudel, si penjual harus membuat merek atau spanduk di depan warungnya yang menginformasikan bahwa warungnya menjual gudek. Bukan malah memajang spanduk iklan-iklan produk orang lain.
"Itu sangat penting, spanduk di depan warung itulah akan menjadi branding, orang menjadi tahu bahwa si nenek pemilik warung menjual gudek," katanya.
Kemajuan teknologi saat ini juga harus menjadi perhatian pelaku usaha. Harus mengikuti perubahan zaman sehingga tidak ketinggalan. Disebutkannya banyak perusahaan besar bangkrut karena tidak bisa mengejar perubahan zaman, kalah dalam berinovasi, contohnya Sariwangi, Nokia, Blackberry, Bluebird, perusahaan taxi dan juga banyak lagi. Untuk itu pelaku usaha jangan ketinggalan.
"Saat ini sedang meroket penjualan berbasis online, jadi jangan takut untuk memulai, pasarkan produk usaha kamu di online dan harus punya Facebook, WhatsApp, Tweeter, YouTube dan media sosial lainnya. Kalau bisa amankan produk kami dengan mematenkan merek. Itulah yang dinamakan aset," ucapnya.
Seperti Sariwangi, Nokia meskipun mengalami kebangkrutan namun mereknya tidak ikut bangkrut. Merek yang sudah dipatenkan itu lebih mahal nilainya dibandingkan dengan fisik perusahaannya sendiri. Banyak pelaku usaha yang terlihat sangat bekerja keras namun usahanya hanya berjalan di tempat, karena apa? Karena pengusahanya tidak memiliki aset data, yang padahal dari data itulah pengusaha bisa.melihat grafik usahanya dengan jelas.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tak kalah penting adalah packaging. "Waktu saya ke Jepang, ditempat pusat oleh-oleh saya menemukan bungkus oleh-oleh 3 lapis, menarik dan sangat bersih sehingga kita tertarik untuk membelinya," ujarnya.
Jadi packaging itu penting. Jika tidak bisa dikerjakan sendiri bekerjasama disarankannya harus bekerjasama dengan ahlinya, desain grafis misalnya.
"Saya melihat produk UKM Medan tadi dengan jenis cemilan rengginang. Sewaktu saya tanya ini rengginang apa. Pemiliknya mengatakan rengginang ubi. Tapi bagaimana saya bisa tau karena dipakcagingnya tidak ada informasi bahwa terbuat dari ubi. Jadi packaging merek itu penting, itu juga merupakan aset yang perlu dijaga," tutupnya.(UKM06)