Industri Kosmetik dan Jamu Diracik Jadi Sektor Andalan Ekspor

Industri Kosmetik dan Jamu Diracik Jadi Sektor Andalan Ekspor

Diposkan: 04 Jul 2019 Dibaca: 1277 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian terus memacu industri kosmetik dan obat tradisional agar menjadi sektor andalan yang berkontribusi besar terhadap nilai ekspor.

“Industri kosmetik dan jamu bisa menjadi ujung tombak yang baru bagi sektor manufaktur dan ekonomi nasional, karena terdiri dari multiplayer. Jadi, industri ini sifatnya inklusif atau banyak masyarakat yang bisa mengembangkannya,”ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Industri Kosmetik dan Obat Tradisional di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Menperin mengungkapkan, postur skala industri kosmetik di Indonesia saat ini didominasi hingga 95 persen dari industri kecil dan menengah. Sedangkan sisanya merupakan industri besar.

Dari industri skala menengah dan besar ini, beberapa sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri seperti ke kawasan ASEAN, Afrika, dan Timur Tengah.

Penjualan produk kosmetik untuk ekspor secara nasional mencapai USD556,36 juta pada tahun 2018. Nilai tersebut, naik sebesar USD 39,48 dibandingkan capaian pada tahun 2017 yang hanya USD 516,88 juta.

“Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya saing industri inidengan menerbitkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat struktur sektor tersebut,” tegasnya.

Pasar kosmetik dan obat tradisional di Indonesia sebutnya, merupakan salah satu ceruk yang cukup besar bagi para produsen seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk.

“Industri wellness ini merupakan sektor yang tumbuh dan berkembang seiring lifestylemasyarakat. Produk kosmetik, herbal, obat tradisional, dan farmasi ini pasarnya masih sangat luas,” tuturnya.

Apalagi, menurut Airlangga, peluang besar di pasar Indonesia tersebut karena juga adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang jumlah pesertanya melebihi 200 juta jiwa.

“Ini tentunya kebutuhan yang cukup banyak, baik itu untuk perawatan maupun pengobatan. Apalagi, dengan didorong adanya obat pencegahan yang bisa membuka pasar untuk obat tradisional,” imbuhnya.

Selain itu, dengan perkembangan zaman, industri kosmetik juga berupaya melakukan inovasi pada produk kosmetik untuk pria dan anak, sehingga tidak hanya menyasar kaum wanita saja.

“Bahkan, adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature), membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mewakili Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin menyebutkan pihaknya aktif memfasilitasi para pelaku industri kosmetik dan obat tradisional untuk berpromosi melalui kegiatan pameran.

“Pada tahun ini, pameran diikuti sebanyak 46 peserta, yang terdiri dari 15 perusahaan obat tradisional dan 30 perusahaan kosmetik. Ada juga partisipasi Balai Besar Industri Kimia (BBKK),” ungkapnya.

Menurut Haris, tujuan diselenggarakannya Pameran Industri Kosmetik dan Obat Tradisional yang digelar setiap tahun ini adalah untuk mempromosikan industri kosmetik dan obat tradisional dalam negeri yang telah mampu memproduksi dengan kualitas baik sesuai standar cara memproduksi obat, kosmetik dan obat tradisional yang baik dan tidak kalah dengan produk impor.(*/kemenperin)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved