Indonesia Targetkan Saingi Hong Kong Jadi Pengekspor Mutiara Terbesar di Dunia

Indonesia Targetkan Saingi Hong Kong Jadi Pengekspor Mutiara Terbesar di Dunia

Diposkan: 17 Nov 2019 Dibaca: 637 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, INDONESIA saat ini berada di posisi ke-5 negara pengekspor mutiara di dunia. Ke depannya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan ekspor mutiara terbesar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, mutiara merupakan salah satu sumber daya laut Indonesia yang dapat berkontribusi sebagai penghasil devisa negara. Indonesia sendiri juga merupakan negara pengekspor mutiara nomor 5 di dunia meskipun nilai ekspor pada tahun 2018 masih sekitar USD47,27 juta. Posisi Indonesia berada di bawah China (USD56,3 juta), French Polynesia/Tahiti (USD112,88 juta), Jepang (USD 315,28 juta), dan Hong Kong (USD483,3 juta).

“Kita harapkan ini bisa kita dongkrak. Sekarang Hong Kong nomor satu. Padahal dari informasi yang kita dapat, kita juga mengekspor ke sana. Tapi Hong Kong bisa memposisikan diri sebagai pengekspor atau produsen mutiara terbesar untuk dunia,” jelas Edhy, dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2019).

Untuk meningkatkan ekspor tersebut, KKP melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) bekerja sama dengan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Dharma Wanita Persatuan (DWP) KKP, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Indonesia Pearl Festival (IPF) ke-8 tahun 2019.

Indonesian South Sea Pearl (ISSP) atau mutiara laut selatan berkontribusi 50% dari produksi South Sea Pearl dunia. ISSP dipanen dari tiram jenis Pinctada maxima, baik diperoleh dari alam maupun hasil budidaya. Sentra pengembangan tiram Pinctada maxima tersebar di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Sumatera Barat, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Direktur Jenderal PDSPKP Agus Suherman menjelaskan, ISSP memiliki keunggulan antara lain berukuran lebih besar antara 9-17 mm dengan warna kilau keperakan dan keemasan sehingga sangat digemari di pasar luar negeri. Selain itu, harga butiran (loose pearl) ISSP sekitar USD16-18 per gram lebih tinggi dibandingkan 3 jenis mutiara lainnya (Freshwater Pearl, Black Pearl, dan Akoya Pearl).

Menurutnya, ISSP umumnya diperdagangkan dalam bentuk loose dan jewelry (perhiasan). Perdagangan mutiara dalam bentuk loose umumnya dilakukan melalui lelang (auction) baik di pasar domestik maupun internasional, utamanya di Jepang, Hong Kong, dan Australia. (*)

Sumber : okezone


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved