Indonesia Jadi Incaran Start-up Global
Diposkan: 29 Apr 2019 Dibaca: 757 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Perkembangan teknologi yang pesat, turut mengubah model bisnis. Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang diincar di Asia Pasific menjadi tujuan startup untuk menempatkan kantor pusatnya.
Alasannya, Indonesia dinilai negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan usaha. Berdasarkan data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) 2018, terdapat 956 start-up yang dikelola dari awalnya, ditargetkan mencapai 850 dan saat ini jumlah start-up telah mencapai 1.307.
Salah satu start-up yang telah memindahkan kantor ke Indonesia adalah Avnos. Perusahaan start-up cybersecurityglobal ini memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya dari Singapura ke Indonesia.
Dengan pendanaan senilai 10 juta dolar AS, start-up ini akan meningkatkan investasi sekaligus mengembangkan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Jakarta.
CEO & Co-Founder Avnos Ivan Goh mengatakan Avnos menjadi start-up cybersecurity pertama yang pertama yang memindahkan kantor pusatnya untuk kawasan Asia Pasifik dari Singapura ke Indonesia.
"Avnos sebagai start-up software enterprise sangat antusias menjadi bagian dari komunitas start-up Indonesia yang sedang berkembang, dan pemindahan kantor pusat Asia Pasifik ke Indonesia memiliki andil besar dalam mencapai visi besar kami untuk pasar Asia Pasifik," ujarnya dilansir dari laman Republika.co.id, Senin (29/4/2019).
Pemindahan kantor pusat ini, lanjut Ivan, juga akan diikuti dengan penambahan jumlah SDM ahli dalam negeri dari 25 orang menjadi 70 orang hingga pengujung 2020.
"Avnos menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas pertama dengan melakukan investasi besar dalam penjualan, pemasaran, dukungan teknis dan sumber daya R&D," ucapnya.
Sementara Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi DJP Iwan Djuniardi menambahkan saat ini perusahaan jasa keuangan menjadi korban serangan cybersecurity 300 kali lebih sering dan menimbulkan kerugian lebih besar dibanding industri bisnis lainnya. Akibat adanya serangan cybersecuritytersebut, perusahaan jasa keuangan harus menelan kerugian sekitar 18 juta dolar AS per perusahaan.
Sementara kerugian pada perusahaan dari sektor industri lainnya berkisar 12 juta dolar AS. ”Kebijakan Avnos untuk membangun, merawat dan menumbuhkan talenta cyber R&D di Indonesia akan membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap dunia maya, dan pada akhirnya akan meningkatkan jumlah sumber daya yang lebih berbakat untuk membantu mempertahankan kedaulatan dunia maya Indonesia,” ucapnya.(*)
Sumber : Republika.co.id