IKM Terus Dipacu Agar Naik Kelas
Diposkan: 20 Nov 2018 Dibaca: 1239 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, SAMBAS - Kementerian Perindustrian terus memacu industri kecil dan menengah (IKM) untuk naik kelas. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akses pasar, sehingga dapat mendongkrak penghasilan.
“Di era ekonomi digital, salah satu langkah strategis yang perlu didorong untuk IKM adalah kemudahan access to market. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,”ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi IKM tenun Dayang Songket di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dilansir dari laman kemenperisn, Selasa (20/11/2018).
Diera digital saat ini sebutnya, IKM tidak harus punya toko atau berjualan di mal. Sebab mereka bisa masuk ke e-commerce platform dan produknya dijual lewat distribusi network.
“Ini untuk empowerment IKM ke depannya, karena kunci industri 4.0 adalah peningkatan produktivitas,” tuturnya.
Airlangga memberikan apresiasi bagi pelaku IKM yang sudah bisa menembus pasar ekspor karena produk yang dihasilkannya beragam dan berkualitas. Salah satunya, IKM Dayang Songket yang rajin mempromosikan kain songket khas Sambas ke berbagai pameran di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang dan Belgia.
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya gencar mengajak pelaku IKM di dalam negeri agar bisa terlibat di dalam program e-Smart IKM.
“Kemenperin menggagas platform e-commerce bertajuk e-Smart IKM ini sebagai upaya pemerintah membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia,” paparnya.
Gati menyebutkan, program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak tahun 2017 telah dilaksanakan di 22 provinsi dengan melibatkan lima lembaga, yaitu Bank Indonesia, BNI, Google, idEA serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu menggandeng pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.
“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” sebut Gati. Adapun sembilan komoditas yang tengah difokuskan pengembangannya di dalam skema program e-Smart IKM, yakni makanan dan minuman, logam, perhiasan, herbal, kosmetik, fashion, kerajinan, furnitur, dan industri kreatif lainnya.
Imthi Hani atau akrab disapa Dayang, pemilik IKM tenun Dayang Songket ini menyampaikan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah khususnya Kemenperin yang telah aktif mendukung pengembangan IKM tenun. Dia berharap, dengan adanya program e-Smart IKM yang diinisiasi Kemenperin, dapat memacu produktivitas dan kualitas produknya. (*/UKM01)
Sumber : Kemenperin