IKM Batik Nasional Diboyong ke Paris
Diposkan: 29 May 2018 Dibaca: 1409 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Kementerian Perindustrian, terus berupaya mempromosikan keunggulan batik sebagai hasil kebudayaan tanah air. Salah satunya dengan mendukung pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar berpartisipasi diajang pameran kelas dunia bertajuk “Indonesia Batik For The World” di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis yang akan digelar 6 hingga 12 Juni mendatang.
“Melalui pameran ini, kami berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity,”ujar Dirjen IKM Gati Wibawaningsih, dilansir dari laman resmi Kemenperin, kemenperin.go.id, Senin (28/5/2018).
Disebutkan Gati, acara yang akan dihadiri 5000 pengunjung dari berbagai negara tersebut, akan dirangkai dengan lokakarya mengenai ragam kain batik dan sejarahnya, proses pembuatan, serta perkembangan industri batik di Indonesia, disamping akan diisi dengan peragaan busana dan pertunjukan seni daerah.
“Jadi, kami akan memperlihatkan kepada dunia terhadap kualitas batik kita yang punya daya saing tinggi. Saat ini, Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” ungkapnya, dan Ditjen IKM memberikan fasilitas booth kepada para IKM batik.
Ditambahkan Gati selama ini, industri batik berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, diantaranya melalui penyediaan ribuan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara dari ekspor. Industri batik nasional yang didominasi para pelaku IKM ini, tersebar di 101 sentra seluruh Indonesia dan menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang.
Sebagai pembina IKM, Ditjen IKM Kemenperin fokus mengembangkan industri batik nasional agar lebih produktif dan kompetitif. Program kegiatan yang telah dijalankan, meliputi peningkatan kompetensi pengrajin, pengembangaan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan, serta promosi dan pameran baik di dalam maupun luar negeri.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya terus mendorong para pengrajin dan peneliti industri batik nasional agar terus berinovasi mendapatkan berbagai varian warna alam. Upaya ini untuk mengeksplorasi potensi batik Indonesia sehingga memperkaya ragam kain wastra Nusantara dengan warna alam. (***/UKM01)