Ibu-Ibu di Belawan Dibekali Keterampilan Merajut
Diposkan: 15 Oct 2018 Dibaca: 949 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Merajut merupakan salah satu keterampilan yang bisa mendatangkan pemasukan. Untuk tujuan itu, puluhan ibu-ibu di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, dibekali keterampilan merajut lewat Gerakan Mamak-Mamak Rajut (Gemar).
Ketua Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), Badriyah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan sumberdaya manusia (SDM) masyarakat khususnya kaum ibu sebagai bagian penting dalam kemajuan perempuan.
"Guna mendukung terwujudnya kawasan pesisir yang ramah anak perlu adanya penguatan kapasitas perempuan sebagai aktor dalam pembangunan. Salah satu kegiatan dalam meningkatkan kapasitas perempuan adalah dengan kegiatan merajut ini," kata Badriyah, Senin (15/10/2018).
Pelatihan tersebut kata dia, dalam rangka Program Pengembangan Kampung Wisata Pesisir yang Ramah Anak dan Seleksi Champions Komunitas dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Kemenppa) bersama FK PUSPA Sumatera Utara. Dalam hal ini, YAFSI merupakan fasilitator.
Selain untuk meningkatkan keterampilan maayarakat, pelatihan tersebut kata dia, juga agar nantinya ibu-ibu bisa melakukan hal yang berdaya guna dan berdaya ekonomi dalam mengisi waktu luang.
"Peserta pelatihan sebanyak 30 orang dari hasil seleksi sebanyak 120 orang perempuan. Antusias mereka juga tinggi dan semangat belajar merajut dan kita juga sebelumnya sudah mendampingi Kampung Aur untuk kegiatan Gemar ini," jelasnya.
"Sebelumnya YAFSI telah melaksanakan pendampingan pelatihan Gemar pada masyarakat Kelurahan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Sementara itu, Roma Tiodolores Marpaung, pengajar keterampilan merajut, mengatakan, pelatihan merajut tersebut diawali dengan memperkenalkan alat serta bahan yang akan digunakan untuk merajut dan teknik merajut. Dompet, tas, syal, karpet, gantungan kunci hasil karya rajutannya juga diperlihatkan kepada seluruh peserta.
"Untuk proyek awal kita akan buat dompet dan berharap mereka serius mengikuti ini agar mereka bisa terampil menghasilkan produk yang punya nilai jual karena kita kan juga sebelum-sebelumnya sudah melakukan ini di Kampung Aur dan sekarang mereka sudah bisa menghasilkan produk-produk yang punya nilai jual," ungkapnya.(UKM05)