Hindarkan Anak Kecanduan Gadget, Jadi Peluang Bisnis Bagi Maya
Diposkan: 17 Jul 2018 Dibaca: 1226 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Banyak orang tua yang mengandalkan gadget untuk mengasuh anak ataupun untuk menenangkan anak saat rewel.
Hal itu juga yang dilakukan Maya Tjan sebelum akhirnya dia mengubah kebiasaan tersebut dengan memberikan buku edukasi untuk anak dan akhirnya memasarkan buku-buku yang bermanfaat melalui media online.
“Saya menjual buku-buku edukasi ini bertujuan untuk menggaet anak-anak yang ketergantungan dengan gadget. Seperti yang pernah saya alami anak saya ketergantungan. gadget dan jadi saya pikir ini tidak baik untuk anak saya ke depannya dan selain itu bisa buat matanya rusak,” kata Maya pada UKMKOTAMEDAN baru-baru ini saat dijumpai di stand bazar miliknya.
Awalnya ia mencari tahu di internet mengenai buku edukasi untuk anak-anak. Maya membeli buku pertama berupa pengenalan hewan-hewan, bentuk dan benda-benda. Ternyata anaknya memberikan respon yang positif dan bisa melepaskan ketergantungan gadget.
“Nah, karena melihat perubahan anak saya yang menyukai buku ini saya mendapatkan ide untuk memasarkan buku-buku edukasi ini. Selanjutnya saya coba nyari suppliernya dan menyetok buku-buku edukasi ini dan memasarkannya di media sosial saya Simplybooks.id baik untuk media sosial Facebook dan Instagram,” ujar ibu satu anak ini.
Buku yang ditawarkan oleh Maya selain buku yang memberikan edukasi pada anak juga memberikan kesenangan dan akan membuat anak cepat tangkap. Akhirnya buku-buku ini ia tawarkan di media sosial miliknya sejak September 2017 lalu. Kini dalam sebulan permintaan akan buku-buku edukasi ini sekitar 50 dan sudah sampai ke Pontianak dan Kalimantan dengan pilihan harga mulai dari Rp10.000 per buku.
“Di Medan buku edukasi ini sulit didapatkan. Makanya buku ini semuanya impor ada yang dari Cina dan buku ini memiliki bahasa Inggris dan Mandarin bisa dipakai untum anak usia 1 sampai 6 tahun. Pilihannya dengan buku mewarnai namun tidak perlu pakai cat atau krayon cukup dengan air ada juga magnetik book dan banyak lagi,” terang warga Jalan Jenggala ini.
Maya menuturkan dengan modal Rp10 juta ia memilih usaha yang berbeda dan jarang dari kebanyakan usaha yang sedang hits seperti kuliner dan fashion. Ia mengaku memang tidak bisa di dunia usaha kuliner dan fashion dan usaha buku edukasi ini sesuai passion yang ia miliki karena hobinya juga membaca.
“Sejak di Sekolah Dasar (SD) saya suka membaca dan pernah ingin hati untuk membuka usaha sewa buku saat Sekolah Menengah Atas (SMA) namun karena gak punya dan dan lain hal. Syukur kini sudah punya usaha meski hanya kecil-kecilan dan saya berharap kedepannya saya memiliki toko buku offline dan sekarang ini masih ikut bazar dulu ingin perkenalkan produk lada masyarakat Medan dulu karena sayakan hanya berdagang melalui online,” pungkasnya wanita kelahiran 22 Januari 1884 ini. (UKM03)