Hindari Bisnis Berdampak Mudharat, Kasih Rintis Usaha Roti Hijrah
Diposkan: 29 Apr 2019 Dibaca: 1158 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kasih (30) warga Jalan Platina Raya Komplek Griya Marelan Tahap 2 Blok R no 18 Titipan Medan Deli merintis usaha roti karena ingin menghindari bisnis yang dinilainya banyak mudharat dan riba. Alhasil, usaha rotinya pun diberi nama roti hijrah.
"Roti hijrah, aku memang baru hijrah baik dari segi pakaian, dan cara mencari rezeki. Dulu kami cari rezekinya berdagang tetapi masih ada unsur riba dan mudharatnya. Penghasilan dulu cukup banyak tetapi saya memilih hijrah. Jadinya mutusin untuk melanjutkan jualan kue," jelasnya pada Senin (29/4/2019).
Diceritakannya, mulai usaha dari tahun 2014 lalu, ia waktu itu mulai belajar baking. Dan itu dilakukanya juga dikarenakan keluarganya suka makan jadi ia ingin keluarga itu makanya enak, sehat dan tidak mahal.
"Sering ke mall liat desert di steling kafe. Takjub dan penasaran gimana cara membuatnya. Dan sebenarnya saya tidak punya basic. Karena keluarga juga bukan yang dari pintar masak. Tetapi suami terus suport dan Pertama kali belajar saya dibelikan suami mixer kecil, lalu dibelikan pemanggang kue. Dari belajar YouTube dan di blog-blog saya mulai bisa baking dan membuat aneka brownies," ungkapnya.
Ia mengaku saat percobaan dan sering gagal. Dan terkahir ia melakukan percobaan lagi dan mendapatkan resep yang bagus dan berhasil membuat brownis kukus dan panggang. Iapun menjual secara online dan offline.
"Awalnya saya malu tetapi berkat dukungan suami dan anak yang mengatakan brownies buatan saya enak jadi akhirnya pede dan menawarkan ke tetangga. Kemudian buka pree order (PO) di Facebook," jelas wanita berniqab ini.
Kemudian dari mulut ke mulut produknya ramai pemesan ada yang sampai mesan 12 loyang setiap hari. Sayangnya diakunya Kemudian ia vakum karena bantuin suaminya pada tahun 2015 sampai 2016. Meski sering baking tetapi tidak fokus.
"Buka PO sekali sebulan, aku kumpulkan baru produksi. Jenisnya donat kentang, labu dan ubi ungu dan mulai fokus jualan pada tahun 2018," jelasnya.
Usaha suaminya sempat goyang dan butuh tambahan uang jadi ia pun sebagai istri harus cepat memutar otak dan iapun mulai buka PO 2 bulan sekali. "Kalau belajar sama teman. Kemudian aku ikut kelas online. Lalu saya coba lagi baking dan saya share ke Facebook dan mulai banyak yang order. Lalu buka seminggu dua kali lalu setiap hari. Awalnya 6 pac lalu roti saya booming ke luar Sumatera, itu di bulan Februari 2018. Jenis rotinya roti sobek," bebernya.
Pemasarannya pun meluas hingga Jakarta dan Makasar dan ia pun akhirnya harus produksi setiap hari hingga sekarang. Bahkan usaha ini diakuinya menjadi penopang ekonomi keluarga. Ia berharap dan memiliki impian usaha roti hijrah ini bisa terus berkembang dan ia memiliki toko sendiri.
Sementara itu untuk harga paling murah produknya donat Rp4000-Rp7000 ribu persatunya, roti satuan Rp9 ribu, roti sobek Rp35 ribu-Rp 70 ribu, bolen pisang Rp35 ribu/ pac. (UKM06)