Harun Kreasikan Ban Bekas Jadi Sofa Mewah Bernilai Jual Tinggi

Harun Kreasikan Ban Bekas Jadi Sofa Mewah Bernilai Jual Tinggi
Harun dan sofa uniknya

Diposkan: 08 Oct 2018 Dibaca: 1321 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Para pelaku usaha kecil menengah (UKM) saat ini sudah mulai bisa membaca peluang dari segala sisi. Termasuk, menciptakan produk dari bahan bekas.

Ya, dengan sentuhan kreativitas, limbah bisa disulap menjadi produk yang bernilai ekonomis. Jika selama ini, kreasi akan ban-ban bekas tersebut dicincang kemudian dianyam, agar menjadi karya namun tidak ditangan Harun, pemilik Furnila Art & Craft Furniture.


Di tangan Harun, ban-ban bekas ini memberikan kesan mewah. Bagaimana tidak, karyanya ini dikemas menarik dengan balutan kain oskar, serta busa dan kaki stainless.

Ditemui disela-sela MTQ N 2018 di areal gedung Serbaguna, Jalan Pancing, Senin (8/10/2018) Harun menuturkan dalam menyajikan karyanya ini, dia mengusung konsep daur ulang limbah. Bagaimana agar produk yang dibuat, memiliki nilai ekonomis.

Sebenarnya tuturkan Harun, dia terinspirasi membuat kerajinan dengan bahan baku limbah ini bermula dari seringnya ganti-ganti ban mobil. Kemudian warga Langkat menemukan ditempat langganan service kenderaan, tumpukan ban-ban bekas.

Lalu dia pun bertanya, akan diapakan ban-ban bekas tersebut. Lantas, salah seorang pegawai bengkel menuturkan, ban bekas dijual dan ada yang menggunakannnya untuk sawit, agar tidak dimakan landak.

 

Setelah itu dia pun bertanya, berapa harga satu unit ban, kataya bervariasi. “Dulu mikirnya cara buatnya sofa ban ini dicincang-cincang dan dianyaman.

 

Namun, untuk sofa ban bekas miliknya ini sejak dirintis tahun 2017, dia ingin menjadikannya sebagai salah satu inovasi bagi bagi masyarakat.  Dimana ban bekas tersebut tidak dianyam, namun dikemas menjadi sofa dengan inovatif dengan balutan kain oskar atau batik, songket maupun tenun.

 “Ini agar ada inovasi baru, ini yang lebih kelihatan lux, ada juga yang dibuat etnik.  Kita menggunakan kain tenun, kain songket dan juga batik. Untuk yang menggunakan kain oskar, itu yang biasa,”ujarnya.

Harun mengaku cukup menyadari jika inovasinya ini memiliki potensi untuk ekspor, terutama dengan konsep etnik yang ditawarkannya. Hanya saja selama ini, Harun mengaku belum menemukan buyer.

Jika sambungnya, sofa ban bekas ini, di produksi setiap harinya bisa menyelesaiakn hingga satu set. Diawal memulai usha ini, dalam satu minggu hanya bisa menyelesaikan 3 set saja, Namun saat ini dalam satu hari bisanya diselesaikan satu set satu hari.

Usaha yang dirintis sekira tahun 2017 itu, aku Harun hanya berivestasi Rp 500 ribu. Hasil kreatifitasnya ini, ternyata mendapat respon dari konsumen. “Ini sudah banyak yang di buat dengan beberapa tipe 2,1 tipe 3,1 dan tipe 4,1 dengan harga bervariasi mulai Rp 1,1 jutaan rupiah tergantung ukuran dan jenisnya.

Awalnya aku Harun, kreasinya ini di pajang di depan galery miliknya di Jalan  M Arif Langkat. Karena bentunya yang unik, tidak sedikit masyarakat yang pensaraan dan bertanya terutama masyarakat Aceh, karena kebetulan lokasinya berada di jalan lintas Aceh.

Produk ini, aku Harun diperkenalkan melalui galery Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, dan juga melalui pameran ataupun bazar. Disamping juga mellaui reselller yang memasatrkan produknya dengan berkeliling.

Selain sofa, Harun mengaku juga memiliki pilihan kreativitas lainnya seperti cermin, gantungan batu,kotak hantaran semuanya menggunakan bahan baku limbah.

Pilihannya menggunakan bahan baku limbah, ini disebabkan selain harganya yang lebih murah, juga bahannya gampang didapat, memanfaatkan limbah dari bahan yang tidak pekerjaan, dibaut ini agar ada nilai ekonomi nya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved