Harga Ayam Potong Naik, Pedagang Makanan Menjerit
Diposkan: 19 Jul 2018 Dibaca: 1253 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Mahalnya harga ayam potong yang mencapai Rp35.000per kg,membuat pedagang makanan seperti bakso, dan warung nasi menjerit.
Anna, pemilik Waroeng Bakso di Jalan STM Ujung Medan, kenaikan daging ayam ini sangat berdampak padanya. Sebab harga jual tetap normal dan tidak ada kenaikan, sehingga membuat margin yang diperolehnya menipis.
“Harga gak bisa kita naikkan sembarangan. Jadi untuk menyiasatinya ukuran bakso yang dikecilkan sedikit,” katanya pada UKMKOTAMEDAN, Rabu (18/7/2018).
Setiap harinya, Anna mengaku membutuhkan 13 kg sampai 15 kg per hari nya ayam. Karena memang bahan utama bakso yang ia jual adalah ayam. “Selain itu, untuk ayam semur untuk mie ayam 5 kg per harinya. Beginilah terasa kali kalau harga ayam yang naik. Keuntung gak seperti biasanya. Jadi selain ukuran dikecili belanja juga pas-pasan. Karena saya mau gaji anggota lagi,” keluhnya.
Menurutnya kenaikan harga ayam kali ini cukup terasa sekali bagi pedagang makanan sepertinya. “Pembeli juga saat ini menurun kalau ramai masih bisa tertutupi. Apalagi harga bakso kami gak bisa naik takut pelanggan lari,” tukasnya.
Hal yang senada juga dikatakan pedagang makanan di Kantin Nabila yang berada di Food Court JW Marriott Medan harga ayam yang naik sangat terasa baginya sebab harga nasi campur yang ia jual tak bisa dinaikkan.
“Pelanggan mana tahu, jadi saya mengurangi jumlah yang saya beli sajalah untuk mengakalinya. Kalau biasa beli 2 kg daging ayam kini hanya beli 1 kg saja,” pungkas Indras pemilik Kantin Nabila. (UKM03)