Hadapi Industri 4.0, Mahasiswa Diajak Gali Potensi Diri dan Beradaptasi dengan Teknologi

Hadapi Industri 4.0, Mahasiswa Diajak Gali Potensi Diri dan Beradaptasi dengan Teknologi

Diposkan: 14 Jan 2019 Dibaca: 749 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Generasi muda diajak untuk menggali potensi diri serta beradaptasi dengan perkembangan tehnologi.  Hal ini sebagai upaya untuk menghadapi era industri 4.0, sebab akan banyak pekerjaan yang akan digantikan mesin ataupun robot. Disisi lain, ketersediaan lapangan pekerjaan juga semakin terbatas.

Upaya tersebut dinilai sebagai modal untuk menjadi membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi wirausaha ataupun enterpreneur yang terbuka lebar. Sehingga nantinya setelah menyelesaikan pendidikan tidak lagi pencari kerja, namun membuka lapangan pekerjaan.

Demikian terungkap dalam talk show bertajuk ‘Ekonomi kreatif sebagai penggerak revolusi industri 4.0’ yang digelar Universitas Potensi Utama, Jalan KL Yos Sudarso, Sabtu (12/1/2019). Acara ini menghadirkan narasumber; Ketua Asosiasi Pengusaha Bumiputra Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut, Rafriandi Nasution, Irfan selaku akademisi.

Kemudian, Alween Ong selaku pengusaha muda serta Septian Lubis, Direktur Marketing CSM Enterprise terungkap. Selain menggelar talkshow, Direktur Universitas Potensi Utama, Dr Rika Rosnelly Skom Mko menandatangani MoU dengan Asprindo Sumut serta Sentra UMK.

Dalam kesempatan tersebut, Rafriandi menyebutkan diera industri 4.0 ini, masyarakat ‘dipaksa’ untuk menerima perkembangan tehnologi. Oleh karenanya, pengusaha harus meningkatkan skill dan potensinya, agar tidak terlindas.

“Diera industri 4.0 ini,  banyak yang akan mengurangi sumber daya manusia. Kita dipaksa menjadi jauh lebih mandiri. Dan mau tidak mau, harus beradaptasi dan harus bisa menerima kondisi ini,”sambungnya dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Potensi Utama.

Perkembangan tehnologi ini tambahnya, menjadi tantangan. “Ini tantangan buat kita, disaat satu sisi kekurangan lapangan pekerjaan, disisi lain kita harus mengadopsi, menerima perkembangan tehnologi itu,”ujarnya.

Narasumber lainnya, Alween Ong, menambahkan diera industri 4.0 menjadi peluang sekaligus tantangan yang bisa ditangkap pelaku usaha, termasuk mahasiswa. Hanya saja untuk meraih sukses, harus bekerja lebih ekstra.

Apalagi sambungnya era ini, perkembangan tehnologi, semakin memudahkan semua akses. Sebab dengan memanfaatkan kecanggihan tehnologi, bisa mengetahui informasi banyak hal, termasuk peluang usaha, potensi market dan lainnya. 

Dihadapan para mahasiswa, dia menekankan dalam membangun bisnis yang terpenting adalah berani memulai, serta menikmati setiap proses setiap prosesnya. Sebab jika membangun bisnis secara instant, dikhawatirkan tidak akan baik bagi usahanya.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, bisnis tersebut juga dibangun untuk memiliki fondasi yang kuat, serta usahanya dijalankan berkelanjutan. “Yang penting meletakkan fondasi pelaksanaan, dan keberlanjutan usahanya,”ujarnya dan jika bisnis memiliki fondasi yang kuat, bisa diturunkan (regenerasi) ataupun diberikan pada orang lain (franchise). Tidak lupa Alween, menyebutkan dalam membangun bisnis ini, harus mempelajari lingkungannya.

Dia menambahkan mahasiswa harus memiliki skill. Sebab saat mahasiswa mencari pekerjaan yang ditanya itu bukan IPK melainkan skill apa yang dimiliki. Untuk itu hal yang terpenting dilakukan mahasiswa dengan menggali potensi diri, sebab di dunia wirausaha masih sangat terbuka lebar untuk dimasuki. Sedangkan Septian Lubis menyebutkan, tidak ada yang ada abadi selain perubahan. Oleh karenanya, jika tidak mendapatkan pekerjaan disatu bidang, hijrahlah dengan memulai berwirausaha. (Rel/UKM01)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved