Gerakan 1000 Startup Digital Peluang Bagi Disabilitas
Diposkan: 08 Sep 2019 Dibaca: 940 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- CEO & Founder Thisable Enterprise, Angkie Yudistia menilai pertumbuhan startup di Indonesia tumbuh begitu pesat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi para disabilitas.
Melalui Program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang dipromotori Kominfo, keterbatasan fisik bisa menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian.
“Diera digital saat ini, startup menjadi peluang yang bagus untuk berbisnis. Bagus untuk berkarir meningkatkan perekonomian. Kesulitannya adalah banyak teman-teman yang tidak tahu fungsinya startup itu seperti apa. Karena menurut mereka gadget itu hanya buat foto, curhat, video call,”ujar Angkie Yudistia, baru-baru ini.
Padahal sebenarnya, lebih dari itu. Sehingga para disabilitas perlu mendapat pemahaman dalam memanfaatkan teknologi. “Teknologi sekarang ini benar-benar membantu.Namun, pendekatannya perlu harus rutin dilakukan. Karena banyak peluang yang bisa ditangkap di startup digital ini,”ujarnya.
Saat ini pihaknya aku Angkie, menjadi salah satu support system untuk beberapa startup. Bahkan dalam database Thisable Enterprise yang memiliki mitra 4.000 an, dimana 60% diantaranya merupakan pekerja vokasi keterampilan. Sedangkan 40 % lainnya, professional.
“Artinya 60% ini kan bingung mau diarahkan kerja kemana. Saat Gojek melaunching GoLife, salah satu pintu terbuka bagi teman-teman disabilitas. Artinya teman-teman yang lulusan SLB ini punya karir yang menjanjikan menjadi mitra,”ujarnya.
Startup digital ini sambungnya, semakin membuka ruang dan peluang bagi pelaku disabilitas. Karena dengan memanfaatkan teknologi, banyak hal yang bisa dilakukan.
“Namun ini perlu waktu, sosialisasi, training dan investasi serta membutuhkan waktu yang tidak singkat,”ujarnya, dan sebagai patner GoLife, Thisabel Enterprise menyiapkan menjadi mitra GoLife dan semuanya bersertifikasi.
Awalnya, sebut Angkie role model dengan GoLife ini hanya empat orang. Ini karena tidak yakin bisa bekerja dengan modal gadget. Hingga pada akhirnya dari role model tersebut, kini memiliki ribuan mitra.
“Digital itu perlu waktu untuk bisa melekat dihatinya teman-teman disabilitas. Awalnya memang kita coba di Jabodetabek,”ujarnya dan mengaku akan melebarkan sayap ke luar Jabodetabek, termasuk Kota Medan, hanya saja saat ini pihaknya masih melihat demand tertinggi. “Karena kita selalu training sesuai dengan demand,”ujarnya. (rel/UKM01)