Gempa Dadakan Band Yakini Ketekunan Kunci Bertahan di Industri Musik
Diposkan: 15 Aug 2019 Dibaca: 796 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Industri musik di Sumatera Utara khususnya Medan masih sangat membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan. Sebab musik juga bahagian kebutuhan bagi manusia yang memiliki berbagai manfaat mulai sebagai hiburan, hilangkan penat.
Inilah yang membuat grup band lokal mengusung nama Gempa Dadakan Band ini terus eksis bermusik.
Pentolan group band, Nanda sekaligus drummer mengatakan Gempa Dadakan terdiri dari 5 personil yakni dia sendiri, Ucok (gitaris) Ardiansyah Tanjung (basis), Incek (keyboard), Edon (vokalis).
Tidak mudah menyatukan 5 kepala dengan berbagai ide dalam satu wadah di Gempa Dadakan ini. Dikatakan Nanda, sejak berdiri tahun 2010 dengan mengusung nama distrik 35 hingga akhirnya berubah di tahun 2019 menjadi Gempa Dadakan, seluruh personil tetap solid.
"Kami selalu kemping ke gunung atau ke hutan untuk menjaga kesolidan, di sana kami introspeksi diri, apa yang harus diubah dan apa yang harus menjadi visi dan misi untuk perkembangan group band ini," katanya.
Industri musik saat ini memang belum menjanjikan di Medan khususnya namun mereka tetap yakin akan berkembang. "Kami yakini pepatah orang tua, jika tekun pasti sukses," katanya.
Saat ini dalam sebulan, grup ini bisa tampil 3 sampai 4 kali. Dan sekali tampil mereka menerima bayaran mulai Rp500 ribu. Dan mereka tidak begitu targetkan berapa anggaran mereka tampil namun yang terpenting bagi mereka adalah memasyarakatkan musik.
"Biasanya kami tampil di event kampus, dan juga event even yang digelar oleh perusahaan rokok, tapi kami pastikan bahwa kami tidak seperti anggapan orang dulu bahwa pemusik itu dekat dengan narkoba, karena itu kami hadir guna mengubah image yang selama ini melekat," katanya tegas.
Grup band yang personilnya terdiri dari anak Mapala (pencinta alam) ini juga kerap mengalami kendala terbesar yaitu menyamakan waktu karena hampir semua adalah masih berstatus mahasiswa.
"Impian kami supaya musik ini tidak seperti orang bilang bahwa identik dengan pemabuk dan narkoba," katanya. (UKM06)