Gemar Pelihara Musang, COOL BIe Dipercaya Bangun Taman Kelinci
Diposkan: 24 Oct 2018 Dibaca: 1272 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kegemaran memelihara Luwak atau musang membawa Community Owner Luwak Binjai Independent (COOL BIe) menjelajahi hal baru, salah satunya membangun taman kelinci.
Seperti yang saat ini bisa dilihat di salah satu bagian di atrium Plaza Medan Fair, sebuah taman kelinci menjadi hiburan lain bagi warga yang berkunjung ke salah satu plaza terbesar di Kota Medan itu sejak 5 Oktober lalu hingga 4 November mendatang.
Ditemui di Taman Kelinci Plaza Medan Fair belum lama ini, Ketua COOL BIe, Andrian Setia Budi, menjelaskan kehadiran taman kelinci di plaza tersebut berawal dari Kontes dan Fashion Show Musang di Binjai Super Mall (BSM) yang mereka gelar Januari 2018 lalu. Tidak hanya kontes, penyelenggara juga menghadirkan sebuah taman kelinci. Ternyata, respons atas kehadiran taman tersebut cukup positif, kendati hanya tiga hari.
"Dari situ, mereka (pihak BSM) share kontak saya sama orang Plaza Medan Fair. Saya dihubungi untuk kerja sama, dan saya sanggupi untuk membuat taman kelinci di plaza di Medan. Ini pertama kali kita hadirkan di Medan. Konsepnya, anak-anak mulai dua tahun bisa langsung berinteraksi dengan hewan, lebih mengerti, menyayangi hewan," ujar pria 22 tahun itu.
Selain itu, aktivitas yang paling diminati anak-anak kata pria yang biasa disapa Budi itu yakni feeding time atau memberi makan kelinci-kelinci dengan wortel, makanan kesukaan kelinci. Selain itu diadakan juga lomba foto dengan kelinci. Tapi kami selalu melarang anak angkat kelinci takut terbanting kelincinya, ada petugas yang akan memantaunya," kata Budi lagi.
Sebanyak 100 ekor kelinci lokal tersedia di taman pada akhir pekan, sementara saat hari biasa, sekitar 70 ekor kelinci akan menemani waktu bermain anak-anak di tempat itu. Tidak hanya taman kelinci, COOL BIe juga menyediakan mini zoo atau kebun binatang mini yang terdiri dari binatang ular, iguana, sugar glider, musang dan tarantula.
Budi mengatakan, respons atas kehadiran taman kelinci cukup bagus, sekitar 200 orang pengunjung didapat saat weekend (Sabtu dan Minggu) dengan tiket masuk Rp20 ribu. Sementara untuk hari biasa ada sekitar 150 lebih pengunjung dengan harga tiket masuk Rp15 ribu. Bahkan di pekan pertama taman kelinci hadir, (6 dan 7 Oktober) lebih dari 200 pengunjung yang datang.
Kelinci lokal tersebut didatangkan dari peternak kelinci di Marcapada Tanah Merah Binjai. Sementara, sekitar 12 hingga 13 orang member COOL BIe bersama-sama menjalankan proyek itu. Lantas bagaimana soal pembagian keuntungan? Menurut pihak pengelola plaza menggratiskan tempat, sementara hasil tiket kunjungan tiap pekannya akan dibagi dengan perbandingan 30% untuk pengelola plaza dan 70% untuk COOL BIe.
Bahkan, pihak Ringroad City Walk (RCW) plaza di kawasan Jalan Gagak Hitam Medan juga disebut Budi sudah menghubunginya untuk membuat taman kelinci di tempat itu. "Belum tahu kelanjutannya, tapi memang kemarin sempat dihubungi orang RCW untuk peluang kerja sama," ungkap warga Kuala Begumit, Langkat itu.
Budi mengatakan, event tersebut direncanakan akan digelar kembali jika ada tawaran dari pihak lain. Apa lagi sebagai komunitas penyayang binatang yang berdiri 22 Juni 2016 silam, pihaknya terus berupaya mengkampanyekan agar masyarakat lebih menyayangi binatang. Mengenalkan satwa kepada anak-anak merupakan salah satu hal yang penting kata Budi.
Mulai dari vaksinasi gratis hingga kampanye bahwa hewan bukan untuk dikonsumsi atau dibunuh, sejumlah kegiatan lain dilakukan komunitas tersebut. "Saat hari hewan sedunia Oktober 2016 lalu, kami berikan vaksinasi gratis kepada hewan peliharaan kecuali reptil.
Kami juga ada buat orasi soal hewan bukan untuk dikonsumsi atau dibunuh. Kontes hewan juga seting kami gelar, termasuk penggalangan dana 1000 koin untuk konservasi orangutan ke PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) di Bahorok, Langkat," ungkapnya.(UKM05)