Gelar Pelatihan, Kadin Sumut Tingkatkan Daya Saing Nilai Toko Offline

Gelar Pelatihan, Kadin Sumut Tingkatkan Daya Saing Nilai Toko Offline

Diposkan: 19 Feb 2019 Dibaca: 1158 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Seratusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pemilik warung, industri rumah tangga (IKM) dan pengusaha pemula mendapatkan pelatihan strategi pemasaran. Ini sebagai upaya meningkatkan nilai toko offline, tradisional agar bisa bersaing dengan toko modern ditengah pertumbuhan ecommerce.

Founder dan CEO Toko Indonesia (Ko-In),  Devi Erna Rachmawati, SE, MBA, PhD  yang menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara bekerjasama Asosiasi Home Industri Indonesia (Ahindo), di Gedung Diklat, PDAM Tirtanadi, Senin (18/2/2019) mengatakan memotong rantai distribusi akan membuat harga menjadi lebih murah.

Dalam kesempatan tersebut, Devi diperkenalkan Ko-In, sebuah aplikasi yang berfokus pada pemberdayaan untuk meningkatkan nilai toko offline tradisional di Indonesia. Ini juga sekaligus tempat pasar untuk UMKM.

Ko-In yang diluncurkan Desember 2018 itu bertujuan untuk membangun jaringan pemasaran melalui modernisasi toko ritel tradisional atau membuka toko ritel baru milik mitra yang dapat bersaing dengan toko ritel modern saat ini. Sehingga dapat menjadi awal dari ‘kemandirian dan ekonomi sukses’.

“Jadi kita ingin menjadikan warung-warung yang ada sekarang di masyarakat dapat bersaing dengan warung modern,”ujar Devi Erna Rachmawati.

Melalui aplikasi ini, dia ingin mengembangkan e-commerce untuk skala kecil dan menengah industri (pasar tradisional) dan menjadikannya pasar internasional dan global halal juga untuk tradisional pasar di Indonesia.

Konsep ini sebutnya akan memotong rantai distributor barang yang cukup panjang. Sebab Ko-In akan bekerjasama dengan warung dan pabrikan. Sehingga harga yang diberikan juga jauh lebih murah karena merupakan harga pertama dari perusahaan.

“Jika di satu kecamatan ada minimal 50 warung, maka akan dibangun 1 DP [District Point], sebagai gudang yang akan menyuplai barang ke warung milik UMKM,”ujarnya dan menargetkan di tahun 2019, Ko- akan masuk di 10 kota besar Indonesia, termasuk Medan.

Untuk bisa bergabung dengan Ko-In ini, harus memiliki dana minimal Rp 5 juta. Nilai tersebut sambungnya, akan diberikan dalam bentuk barang senilai Rp 3 juta, sedangkan sisanya sebesar Rp 2 juta lainnya dalam bentuk deposit yang bisa digunakan untuk tambah barang.

Namun berbeda dengan UKM yang berproduksi atau memasok barang ke Ko-In, tidak perlu modal. Sebab mereka produk mereka yang akan dipasarkan melalui Koin secara online.(UKM01)
 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved