Gandeng Keluarga Bangun Bisnis Kuliner di Kawasan SM Raja
Diposkan: 29 Nov 2018 Dibaca: 1031 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, PELUANG bisnis acap kali datang saat kita dilanda kebosanan dengan rutinitas sehari-hari. Seperti yang dilakoni Siswaniati yang terjun ke usaha kuliner setelah 23 tahun bertahhan sebagai karyawan.
Saat memulainya tiga tahun lalu, Siswaniati tak ingin pusing memikirkan tandem. Dia mengajak menggandeng adik iparnya, Winda dan kedua bahu membahu membangun bisnis makanan di kawasan Jalan SM Raja.
Di mengatakan ingin membantu kerabat dan keluarganya agar bisa maju bersama. “Inginnya, keluarga semua bisa maju, bisa sama-sama sukses. Sukses semua. Jangan ada yang susah. Makanya, adek juga dirangkul,” ungkapnya saat ditemui belum lama ini.
Warga Garu III, Kecamatan Medan Amplas ini menjelaskan sejatinya sudah lama melirik bisnis kuliner. “Sudah lama juga. Awalnya kita dari catering untuk pesta. Sering ada arisan, jadi kita terima cateringan dan terima catering pesta. Tapi tidak semua menu yang kita tangani," lanjutnya.
Tak disangka baru mulai, hasil diperolehnya lumayan. Hingga akhirnya sekira tiga tahun terakhir, keduanya mulai mengembangkan usahanya tidak sekadar catering saja, namun juga memperkenalkan brand Kopi Paste di Jalan SM Raja juga.
Di lokasi ini, dia menyediakan beragam pilihan menu seperti kopi, jus, ayam geprek, mie goreng mie kue, mie kuah dan lainnya. Melihat potensi pasarnya yang harus menunggu pelanggan, membuatnya berusaha untuk jemput bola. Dengan rajin mengikuti pameran dan bazar-bazar. Ini sebagai upaya memperkenalkan bisnis kuliner tersebut.
“Ini, kalau untuk even sudah yang ke empat atau kelima yang kita ikuti. Kalau di kafe, kita kan sifatnya menunggu bola. Kadang ramai dan kadang sepi Kalau bazar mereka datang, memang tidak selalu ramai, kadang zonk juga, tapi biasanya ramai selalu,”ujarnya.
Siswaniati menjelaskan tak gampang bertahan di ranah bisnis sejenis. Namun, dia mengaku cukup optimis. Sebab, menurutnya, selera makan setiap orang berbeda-beda, sehingga kuliner ala Kopi Paste ini akan tetap memiliki pangsa pasar sendiri. Apalagi dengan sambalnya yang cetar, akan membuat kuliner ini akan selalu diincar konsumen. (UKM01)