Gagal di Bangkok, Pria Medan Ini Sukses Buka Usaha Sulam Alis hingga Mancanegara

Gagal di Bangkok, Pria Medan Ini Sukses Buka Usaha Sulam Alis hingga Mancanegara
Zettarius

Diposkan: 26 May 2019 Dibaca: 1988 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Zettariuz warga Medan Johor mampu membuktikan bangkit dari kegagalan bisa berbuah manis. Kerja keras dan yakin dengan skill yang dimiliki salah satu kuncinya.

Zettarius yang akrab dipanggil Zett adalah satu dari tak banyak pria yang memilih usaha sulam alis. Namun, usaha sulam alisnya ini tidak main-main karena usahanya ini bukan hanya memiliki konsumen di dalam negeri namun juga sampai ke mancanegara.

Zett ini menceritakan awal ia membuka usaha sulam alis karena ia pernah gagal saat melakukan sulam alis di negara Bangkok."Jadi dulu saya sulam alis di Bangkok tapi hasilnya sangat mengecewakan. Padahal saya sudah berusaha mencari Microblading Artist atau pesulap artis yang terbaik, bahkan bagi saya harga dan jarak tidak menjadi masalah, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan harga yang telah saya keluarkan, Lalu saya diledeki teman-teman karena melihat alis saya yang aneh, sehingga saya berpikir untuk memperbaiki alis saya sendiri karena saya sudah tidak akan percaya kepada siapapun untuk menyentuh alis saya," katanya.

Pria kelahiran Kota Medan, 24 Desember inipun mengaku  menekuni sulam alis dengan berangkat ke Korea.  Tak hanya itu saja, ia juga mengikuti berbagai seminar dari dalam dan luar negeri.

"Saya sebenarnya pesulam alis khusus pria tetapi ada juga konsumen saya perempuan," katanya.

Zett begitu serius di usahanya ini sehingga ia sangat terkenal dengan hasil sulam alis yang sangat rapi alhasil konsumennya sangat banyak dari kalangan pria.

Ia mengatakan perbedaan sulam alis  perempuan dan laki adalah sulam buat laki-laki itu lebih berantakan sedikit, karena sulam alis yang terlalu rapi untuk laki-laki hasilnya justru ngeblok dan kaku.

"Saya ciptakan  metode Nano Mezzy yang artinya sedikit  berantakan tapi tetap natural dan terlihat asli," aku Zett.

Dikatakanya untuk mengerjakan sulam alis pada satu konsumen bisa menghabiskan waktu  1,5 sampai 2 jam tergantung tingkat kesulitan setiap konsumennya.

"Agar  alis sulam tampak natural warna alis yang dipilih harus  disesuaikan dengan warna kulit dan rambut," paparnya lagi.

Usaha sulam alisnya ini ia pasarkan hanya melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram dan juga karena sulam alisnya terlanjur disukai sejumlah konsumen, usahanya ini kerap di promosikan melalui mulut-ke mulut. Dan menariknya Konsumennya bukan hanya dari Indonesia saja namun sudah sampai ke sejumlah negara diantaranya Singapura, China, Taiwan, Hongkong, Philippine, Dubai, Abu Dhabi Malaysia, Thailand, Eropa, dan Amerika.

"Konsumen  laki-laki yang berasal dari Indonesia masih risih untuk melakukan sulam alis. Berbeda dengan customer laki-laki dari luar negeri yang sudah open minded (terbuka) dengan sulam alis," katanya.

Sementara itu kendala yang sering ditemuinya yakni konsumen yang selalu ingin sempurna. Sehingga baginya konsumen yang ideal itu adalah konsumen yang percaya dengan hasil kerjanya atau tidak suka mengatur. Sebab jika konsumen percaya dengan hasil kerjanya saat proses pembuatan alis maka hasilnya akan benar-benar bagus dan dapat membuat wajah konsumen menjadi lebih menarik.

 

Selain itu, Zett juga pernah membuat alis Artis Filipina, Paolo Ballesteros dan juga artis ibukota Dave Hendrik, Meisya Siregar, dan lain lain.

Sebulan sekali Zett kembali ke Kota Jakarta dan Medan. Selebihnya ia harus pindah-pindah ke berbagai negara bertemu dengan customer lainnya.

Sulam alis yang sudah telah dibuat Zett dapat bertahan selama lebih kurang dua tahun. Tak hanya sulam alis, ia juga bisa membuat sulam bibir untuk laki-laki dan perempuan agar warna bibir lebih merah dan berseri sehingga customer semakin percaya diri. Dan terkait harga ia tidak mau mengekspos. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved