Frida Ramadhini Harahap, Aplikasikan Ilmu dengan Bisnis

Frida Ramadhini Harahap, Aplikasikan Ilmu dengan Bisnis

Diposkan: 18 Apr 2018 Dibaca: 467 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Dipercaya sebagai pengasuh dosen mata kuliah kewirausahaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU)  menjadi motivasi bagi Frida Ramadhini Harahap memiliki usaha. Ilmu yang dimiliknya pun diaplikasikan sejak lima terakhir.

“Sejak menjadi dosen dan dipercayakan mengasuh mata  kuliah kewirausahaaan. Saya berpikir, sudah mengajar sampai lima tahun, sepuluh tahun masa iya saya hanya mengajar saja. Kelihatannya kok saya teori banget. Sementara ilmu kewirausahaan itu tidak hanya sekedar teori, namun ilmu yang diaplikasika,”ujar Frida Ramadhini Harahap, Rabu (18/4/2018).

Dorongan ini yang menjadi motivasi bagi Frida Ramadhini Harahap yang akrab disapa Dini ini untuk mulai serius  terjun sebagai seorang wirausaha. Meskipun sebenarnya, sebelum menjadi dosen Dini mengaku sudah suka berbisnis. Bahkan ketika masih duduk dibangku kuliah, sudah memulai bisnis skala kecil-kecilan, seperti jual parcell, jualan kue di saat bulan Ramadhan.

“Jadi ketika saya menjadi dosen, saya tidak mau hanya menyampaikan teori-teori kewirausahaan saja kepada mahasiswa. Menjelaskan apa itu  kewirausahaan, wirausaha itu harus begini memulai dan menjalankannya sementara saya tidak buat,”ujarnya.

Ini menjadi motivasi bagi pemilik usaha Kede Kattua dan Rumah Aisyah Butik Muslimah di kawasan Jalan Muchtar Basri ini untuk mengaplikasikan ilmunya. Apalagi diawal menjadi dosen masih memiliki waktu yang cukup fleksibel. Awalnya, Dini mengaku di tahun 2009, mulai melirik jualan pakaian musiman yang dipasarkan saat puasa dan lebaran seperti  baju muslim, mukenah. “Namun empat tahun terakhir, saya  berpikir untuk serius. Kenapa harus musiman,”ujarnya.

Hingga akhirnya, keinginan untuk memiliki bisnis baju muslimah disampaikan kepada suaminya. Gayung bersambung, impiannya dukungan. Kedepan, usaha fashion ini ditargetkan tidak hanya sekedar memasarkan pakaian muslimah saja, namun produksi sendiri.

Selain bisnis pakaian muslimah, Dini pun melebarkan sayap dengan melirik peluang bisnis kuliner sejak satu tahun terakhir. “Bisnis kafe ini awalnya bukan yang utama. Namun sekarang justru yang menjadi utama. Karena orang selalu membutuhkan makanan setiap hari, sedangkan fashion ini tidak setiap hari orang belanja,”ujar Dini yang suka melihat orang cantik dan anggun ini.

Setahun membangun bisnis kuliner, Dini mengaku banyak mendapatkan pengalaman. Karena dalam pengelolaanya tidak mudah seperti fashion. Karena perlu adanya kontroling dan menjaga kualitas. disamping promosi juga tantangan, karena pasarnya banyak ke anak muda.

“Jadi kita harus ikuti, anak muda maunya apa, jadi harus update. Kadang-kadang saya suka buat angket, pendapat mereka termasuk harga, rasa, variasi makanan, apalagi  zaman sekaang promosi melalui sosmed sudah kewajiban. fb, istragram, promo,”ujar Dini yang memiliki tips mengurus bisnsi itu seperti anak bayii. Karena meski sudah ada pengasuhnya, tidak bisa menyerahkan 100% pada orang lain. (UKM01)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved