Forda UKM Beri Pencerahan Bagi Pelaku Usaha

 Forda UKM Beri Pencerahan Bagi Pelaku Usaha

Diposkan: 26 Sep 2018 Dibaca: 239 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Forda UKM Sumut memberikan pencerahan dan pembekalan bagi puluhan pelaku usaha.Langkah ini untuk memberikan pemahaman, agar kedepan bisa nyaman dalam menjalankan usaha dan terhindar dari praktik pungli, sweeping dari oknum petugas oknum nakal yang mengambil keuntungan.

Untuk diketahui tidak sedikit pelaku usaha yang masih was-was, bahkan takut jika didatangi oknum petugas ke tempat usaha di lingkungan usaha. Bahkan tidak jarang yang akhirnya terjadin negosiasi, jika oknum tersebut menemukan celah kesalahan pelaku usaha.

Teranyar, terjadi dikawasan Hamparan Perak. Korbannya, Acheng,  pelaku usaha jasa pencucian sea food ini didatangi oknum petugas pertengahan September lalu. Awalnya, petugas yang datangkan tersebut mempertanyakan soal perizinan usahanya. Disisi lain, oknum yang turun in tanpa didampingi tim dari instansi terkait lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pembekalan ini, dihadiri  Ketua Forda UKM Sumut, Lie Ho Pheng, Wakil Ketua Bidang Hukum Forda UKM Sumut, Surya Adinata, pengurus lainnya Sri Wahyuni Nukman dan Bobby Lesmana, Rabu (26/9/2018).

Lie Ho Pheng menyebutkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman bagi pelaku usaha agar tidak takut atau panik saat berhadapan dengan oknum petugas. Karena kekhawatiran dan ketakutan yang ada justru akan dimanfaatkan oknum untuk mengintimidasi pelaku usaha.

"Kedatangan kita ini bertujuan untuk mencerahkan usaha. Jangan pernah  takut sepanjang lurus dan tidak belok," ujar Ho Pheng.

Dalam kesempatan yang sama Surya menbahkan, sebagai pelaku usaha harus berani menghadapi gangguan-gangguan dalam berusaha. Termasuk oknum yang mencari cari kesalahan. Sebab tidak sedikit oknum petugas yang datang ke tempat usaha menggunakan pasal sapu jagat.

Berdasarkan pengalaman tambahnya,  pelaku usaha yang didampingi selama ini dengan alasan undangan atau klarifikasi dari kepolisian, disebabkan ketidakpahaman mereka akan hukum dan juga perizinan. Dengan tuduhan seperti penggunaan air bawah tanah, limbah lingkungan, izin industri. Namun terakhir saat diadvokasi sejumlah kasus akhirnya berhenti.

Oleh karenanya, jika tidak ingin tertindas, tindakan seperti ini harus dilakukan perlawanan.  Sehingga harus ada keberanian. "Artinya bagaimana pun ujungnya hal ini bisa memutuskan hal ini. Namun, kalau dibiarkan terus sampai kapan mau seperti ini,"ujar Surya.

Dalam kesempatan yang sama, Aan berbagi pengalaman saat berhadapan dengan petugas. Bahkan baginya saat mendengar polisi, menjadi momok yang menakutkan. (ril/UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved