Fintech Pertama di Indonesia, Begini Perjalanan Vishal Bangun Bisnis Tunaiku
Diposkan: 19 Jun 2019 Dibaca: 1288 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Tunaiku, pionir Financial Technology (fintech) dari Amar Bank, hadir sejak 2014 di Indonesia dan mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat cepat.
Hal ini sejalan dengan bertumbuhnya jumlah penyaluran kredit dari Rp 200 miliar menjadi Rp 1 triliun. Selain itu jumlah install aplikasi juga mencapai 1 juta orang lebih dan nasabah sebanyak 200 ribu orang.
Vishal Tulsian, Managing Director Amar Bank menuturkan perjalanan membangun bisnis Tunaiku 2014 silam. Saat itu, perusahaan berbasis fintech belum begitu dikenal ataupun belum berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Namun dengan kerja keras dan usahanya serta izin dan bantuan dari pemerintah, Vishal berhasil membangun Tunaiku sebagai perusahaan fintech pertama di Tanah Air.
“Saya mencoba mencari di mana atau dalam hal apa teknologi dapat memberikan dampak yang berarti. Karena menurut saya, teknologi dapat memberikan dua dampak. Teknologi dapat memberikan dampak berupa efisiensi, dan ini merupakan tema utama yang terjadi di Dunia Barat. Ketika saya tinggal di Eropa, di sana teknologi memberikan dampak berupa efisiensi, membuat orang-orang melakukan pekerjaannya dengan lebih efisien,”jelasnya.
Vishal mengaku percaya, teknologi dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan seseorang. “Tapi kemudian, untuk Indonesia, saya percaya bahwa teknologi dapat memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya soal efisiensi, karena saya melihat adanya kesenjangan antara mereka yang memiliki uang dan mereka yang membutuhkan uang,”sambungnya.
Teknologi seharusnya dapat mengurangi kesenjangan pada kehidupan masyarakat. “Karena itu, saya membuat produk untuk mereka yang belum atau kurang terlayani (unbankable) oleh layanan perbankan. Saya yakin teknologi keuangan akan berkembang dan akan diadopsi di Indonesia,” lanjut Vishal.
Menurut pria lulusan master dari Harvard Business School, ide membangun Tunaiku, diadopsi dari beberapa perusahaan fintech di Eropa.
“Kebetulan saya lama tinggal di sana. Di sana perkembangan teknologi begitu cepat, kemudian saya membawa model bisnis ini ke Indonesia. Jadi waktu itu saya melihat infrastruktur pembayaran dan transaksi keuangan di Indonesia sudah bagus, tetapi untuk masalah kredit masih ada kesenjangan. Melihat populasi masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta orang Indonesia, hanya sekitar 40 juta penduduk itu yang terlayani atau punya akses ke perbankan,”ujarnya.
Hal tersebut yang menjadi inspirasi menciptakan pasar melalui teknologi. Sehingga akan membuat mereka yang unbankable menjadi lebih mudah mengakses layanan keuangan melalui teknologi.
“Keyakinan saya bahwa teknologi harus memberikan dampak pada kehidupan manusia adalah awal mula saya membangun bisnis, bahwa teknologi dapat digunakan untuk memberikan dampak positif kepada kehidupan masyarakat,” tambah Vishal
Pada awal Tunaiku beroperasi, sebagian besar dana pinjaman yang berhasil disalurkan digunakan penerima pinjaman untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang mendesak, seperti, pengobatan ke rumah sakit. Sekarang, lebih banyak dari mereka meminjam untuk merenovasi rumah, modal usaha mikro, dan pendidikan. (*/rel)