Farah Accesories Dirintis dengan Otodidak, Kini Terjual hingga Pulau Jawa
Diposkan: 06 Sep 2018 Dibaca: 1081 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Farida (43 tahun) suatu malam berfikir, kira-kira apa usaha yang cocok untuk membantu menyokong ekonomi keluarga dengan sang suami beserta tiga anaknya.
Sejak malam itu dia merenung, tak terasa, tujuh tahun sudah dia menggeluti usaha aksesoris berbahan acrylic, biji sawit hingga limbah tersebut.
Bahkan, tidak hanya lebih dari cukup memenuhi kebutuhan rumah tangganya di samping ternak lele di lahan setengah hektare milik suaminya, Katiman (49), lewat Farah Accesories, usaha miliknya, dia kini telah membina ratusan masyarakat memiliki keterampilan yang sama dengannya.
Kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Kamis (7/9/2018), Farida menuturkan, pemilihan usaha aksesoris berbahan acrylic menurutnya sangat menarik. Selain bisa menopang ekonomi keluarga, juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lainnya. Padahal, dia cuma belajar otodidak.
"Banyak referensi saya belajar membuat aksesoris. Terus terang tidak ada yang mengajari saya, hanya belajar otodidak. Tapi sekarang ada 450 orang binaan saya, 50 di antaranya sudah buka usaha sendiri," ujarnya.
Menurut perempuan berkulit sawo matang itu, tidak sulit membuat rangkaian acrylic dan bahan lainnya menjadi aksesoris, semua bisa melakukan jika benar-benar serius. Apalagi, banyak bentuk yang bisa dihasilkan, mulai dari karangan bunga, tas, aksesoris lain seperti aneka model gantungan kunci dan lain-lain.
Sambil menyelam minum air. Peribahasa itu cocok menggambarkan sosok Farida, lantaran usahanya itu berjalan berkat keuletannya memberikan pelatihan kepada masyarakat. Hasil karya seni dari binaannya selanjutnya ada yang dipasarkan olehnya, kendati ada juga yang dimiliki oleh binaannya.
"Masyarakat banyak yang mau. Jadi banyak membutuhkan anggota. Saya beli bahan baku, mereka yang menguntai satu persatu sehingga jadi produk yang bisa dipasarkan," ucapnya.
Banyaknya minat akan aksesoris seperti untuk suvenir pesta pernikahan membuat usahanya berkembang beberapa tahun belakangan. Bahkan kata dia, tidak hanya untuk wilayah Serdangbedagai yang merupakan domisilinya, pemasaran juga menjangkau provinsi lain seperti Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Barat, Bengkulu, Palembang, hingga Banyumas, Jawa Tengah.
Soal luasnya cakupan pemasaran, menurut Farida, dia cukup beruntung memiliki keluarga di berbagai daerah yang ikut membantu hingga usahanya cukup maju saat ini. "Banyak keluarga di daerah seperti di Jawa ada kakek, ada di Palembang uwak, di Padang, Bengkulu ayah dan ibu saya. Jadi mereka bantu promosi," tuturnya.
Selain orang-perorang memesan produknya lewat nomor telepon miliknya di 085380255600, media online pun jadi sarana promosi, seperti Facebook, Instagram, termasuk situs jualan online.
Bagi yang berminat datang langsung juga bisa mengunjungi alamat di Kampung Pelintahan, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai.
Kini sejumlah agen pun ikut memasarkannya di berbagai daerah. Kata Farida, agen tersebut memesan dengan jumlah tertentu untuk di-drop ke toko-toko. "Pemesanannya sistem harga. Misalnya harga Rp5 juta, dia rinci apa saja barangnya, lalu kita kirim. Berhubung Sergai ini strategis, kami kirim lewat bus saja dengan dikepak rapi," papar Farida.
Namanya aksesoris, tidak sepanjang tahun pemasaran lancar. Namun, dia menjelaskan, pada momen Idul Fitri dan pasca Idul Fitri pesanan bisa membludak. Pernah, dalam satu bulan dia dapat keuntungan hingga Rp30 juta. "Kalau pendapatan jutaan. Tapi tidak menentu. Kadang mau sampai belasan hingga puluhan juta," bebernya.
Banyaknya pesanan membuat dia bahkan bisa belanja bahan baku, bolak-balik Jakarta-Medan hingga dua kali sebulan. "Ambil bahannya di Jakarta Timur. Karena untuk pelatihan binaan saya dan untuk dipasarkan, saya bisa dua kali sebulan ke Jakarta membelinya. Seperti saat ini, banyak pelatihan," ungkapnya.
Dia berharap, usahanya bisa terus berkembang, atau paling tidak tetap seperti sekarang kendati saingan. Main banyak. "Kalau rezeki itu sudah diatur Allah SWT, tidak akan tertular, saya tidak khawatir," pungkasnya. (UKM 05)