Ekonomi Syariah Bakal Terus Tumbuh dan Berpeluang Besar

Ekonomi Syariah Bakal Terus Tumbuh dan Berpeluang Besar

Diposkan: 29 Sep 2019 Dibaca: 253 kali


 
UKMKOTAMEDAN.COM, PENGEMBANGAN
bisnis keuangan syariah di Indonesia memiliki peluang begitu besar. Hal tersebut karena didukung jumlah populasi penduduk muslim terbesar ke-4 dunia, sebanyak 265 juta (2018). Hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar ke-7 di tahun 2030.

”Fenomena gelombang relijiusitas kalangan milenial, public figure, professional serta usaha industri halal yang semakin berkembang dan menjadi tren antara lain di bidang fashion, farmasi dan kosmetik, food and beverage, dll,” ungkap Kepala Sub Bagian Perizinan Perbankan Syariah OJK Asep Sudirman dalam Diskusi Literasi Keuangan Syariah Goes To Campus bertemakan ‘Untungnya Memilih Produk Keuangan Syariah di Era Milineal’ yang diselenggarakan Forum Warta Pena (FWP) dan Universitas Yarsi Jakarta, baru-baru ini.
 

Berdasarkan The Most Developed Islamic Finance Market (Thomson Reuters, 2018) menempatkan Indonesia pada posisi ke-10 di dunia. Salah satu indikator yang menarik riset ini menempatkan  Indonesia rangking ke-2 jumlah keuangan syariah terbanyak setelah Malaysia.

Dari sisi aset, kata Asep, hingga Juni 2018 total aset keuangan syariah sudah mencapai Rp1,335,41 triliun atau USD94,44 miliar (tidak termasuk saham syariah). Dari sisi market share capaiannya sebesar 8,29 persen. Mayoritas sisanya masih dipegang keuangan konvesional 91,71 persen.
 

”Dalam situasi dan kondisi ekonomi yang secara global dan domestik penuh tantangan ini, secara konservatif paling tidak pertumbuhan aset keuangan syariah minimum dapat dipertahankan sama dengan tahun lalu sebesar 13,98 persen,” ungkap Asep.

Ketua Program Stusi Megister Management Pascasarjana Universitas Yarsi Dr. H. Nurul Huda berpendapat industri keuangan syariah masih dapat dikembangkan melalui pengembangan industri 4.0. Keberadaan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bisa menjadi pendorong kemajuan industri syariah.
 

”Bonus demografi kalangan milenial, akan menjadi kelompok mayoritas dalam fokus pengembangan industri keuangan syariah pada tahun 2030 mendatang. Sehingga literasi yang juga masih rendah terhadap industri keuangan syariah bisa memfokuskan pada kelompok milenial dengan metode yang sesuai dengan kelompok tersebut,” terang Nurul Huda yang jadi pembicara di diskusi tersebut.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch Dr. Ikhsan Abdullah mengatakan industri keuangan syariah tak akan tumbuh bila tidak dibarengi oleh pertumbuhan industri halal. Lambannya perkembangan industri halal menyebabkan inklusi keuangan syarian di tanah air tak pernah tumbuh secara signifikan.

Idealnya, kata Ikhsan, industri keuangan syariah dan industri halal bisa terintegrasi dengan baik agar bisa tumbuh bersamaan. Apalagi mulai tanggal 17 Oktober mendatang, Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai diberlakukan. Sehingga sertifikasi halal sudah menjadi mandatory bagi seluruh produk halal yang beredar di tanah air, seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, rekayasan teknologi, jasa, dll.

Sementara, Islamic Sector Solutions Department Head Bank Syariah Mandiri (BSM) Lucky Afriansyah menyadari secara global market share industri keuangan syariah Indonesia hanya sebesar 5 persen-6 persen. Dari jumlah tersebut, BSM mengambil bagian sebesar 20 persen diantara 14 bank syariah di tanah air.

”Kita memiliki potensi yang sangat besar dengan jumlah populiasi muslim terbesar di dunia, dan terjadinya bonus demografi kaum milenial,” kata Lucky. Selain perwakilan dari BSM, dalam diskusi ini juga hadir Arief Mediadianto, Sharia Head Investree, lembaga pembiayaan syariah (peer-to-peer) mengatakan, pihaknya akan terus berkonstribusi bagi kemajuan pasar industri syariah. Salah satunya dengan mendorong kaum milenial untuk terlibat langsung dalam industri ini.

Investree (PT Investree Radhika Jaya) merupakan pionir fintech-marketplace lending di Indonesia. Pelopor fintech lending berfokus pada memberdayakan UKM melalui akses pembiayaan yang mudah dan cepat, terlebih mereka yang tergabung dalam perusahaan e-commerce, sekaligus memperkuat ekosistem yang sudah terbangun. (indopos)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved