Ekonomi Berbasis Inovasi Mampu Tingkatkan Daya Saing Bangsa
Diposkan: 19 Jul 2018 Dibaca: 1078 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan inovasi dapat meningkatkan ekonomi Indonesia kedepan. Apabila ekonomi berbasis pada inovasi, maka nilai tambah akan dapat meningkatkan daya saing.
Hal ini diungkapkannya saat menjadi Keynote Speaker pada pembukaan Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018 dengan tema “Strategi Implementasi Kebijakan Nasional untuk Mendukung Kemandirian Teknologi”, di Auditorium Gedung II BPPT Thamrin, dilansir dari laman ristekdiki.go.id, Rabu (18/7/2018).
KTN 2018 diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka mewujudkan kebijakan nasional untuk mendorong kemandirian teknologi bangsa.
Nasir mengungkapkan KTN 2018 bertujuan untuk memacu teknologi berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.“Tren riset di Indonesia saat ini terjadi terlalu berbasis ‘supply’, dan akan jauh lebih baik apabila industri lebih berperan mendorong riset (demand driven) supaya hilirisasi lebih mudah,” ujarnya.
Dia berharap agar riset dapat memberikan rekomendasi teknologi yang diperlukan untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa.
“Menghasilkan suatu inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh industri adalah tujuan dari sebuah riset. Saya berharap inovasi dapat bermanfaat bagi industri dan berperan dalam meningkatkan ekonomi Indonesia kedepannya. Ini sangat penting, apabila ekonomi berbasis pada inovasi, maka nilai tambah akan menjadi penting,” ucapnya.
Kepala BPPT Unggul Priyanto perkembangan pembangunan dunia secara global dipengaruhi 4 penggerak, masing-masing, populasi, teknologi, globalisasi dan perubahan iklim yang semakin memacu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan.
“Kondisi perekonomian dunia saat ini yang tidak pasti serta adanya berbagai isu geopolitik, perkembangan teknologi juga turut memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi,” tuturnya. (***/UKM01)