e Commerce Motivasi Laylan Hadirkan Fashion Simple dan Casual
Diposkan: 11 Nov 2018 Dibaca: 1010 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Jasa menjadi salah satu bisnis yang diyakini memiliki prospek menjanjikan diera milenial saat ini. Apalagi ditengah tren pertumbuhan e-commerce yang semakin memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produk yang diinginkan.
Kondisi ini, cukup dirasakan imbasnya oleh pelaku usaha yang hanya memasarkan produk jadi. Seperti Laylan Rahmah, yang awalnya hanya menjual pakaian jadi, namun ini sekaligus menjadi tantangan dan motivasi bagi pemilik usaha Laylan Collection ini.
Dituturkan Laylan, dia pertama kali memulai usaha sekira lima tahun silam dengan memasarkan beragam pakaian jadi yang dibelinya dari Jakarta. Kemudian produk tersebut dipasarkan secara online dengan memanfaatkan BBM (blackberry messanger) serta toko konvensional miliknya.
Namun, pertumbuhan ecommerce ‘memaksanya’ untuk mengubah strategi bisnisnya. Sebab produk pakaian yang selama ini dijualnya semakin ‘banjir’ dipasaran bahkan bisa didapatkan di toko online dengan harga yang justru lebih murah.
Sehingga memaksanya berpikir keras, agar usahanya tetap berjalan. Hal ini sekaligus menjadi termotivasi bagi Laylan agar tidak lagi sekedar menjual produk jadi. Namun membuat dan memberikan sesuatu produk yang beda dengan fashion yang banjir dipasaran.
“Sekarang online banyak dan harganya murah-murah. Saya berpikir, harus cari cara yang lain. Kemudian saya cari tukang jahit, tapi itu, nggak bisa kencang,”ujarnya, Kamis (15/11/2018).
Meski memiliki tukang jahit, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Laylan pun semakin tertantang untuk bisa menjajit. Hingga akhirnya dia memilih privat menjahit selama tiga bulan
.“Terakhir saya belajar jahit, privat selama 3 bulan. Terus jahit sendiri pakai sendiri. Model yang saya buat yang simple-simple dan casual,”ujarnya.
Laylan mengaku tidak sedikit teman-temannya yang tertarik dengan karya-karyanya. Bahkan tidak jarang pula meminta untuk dibuatkan. “Jadi apa yang saya pakai, teman ada yang suka,”ujar Laylan yang mengaku bisnis jasa lebih berkembang dibandingkan sekedar menjadi reseller atau pedagang biasa di era milienial saat ini.
Saat ini Laylan dibantu seorang karyawan dalam mengerjakan orderan yang dia terima.“Tapi kalau menjahit ada yang bantu satu orang. Kalau nggak ada yang bantu, nggak bisalah bersosialisasi dengan teman-teman seperti ini,”ujar Laylan yang mengaku lebih fokus dalam membuat pola untuk setiap karyanya.
Tidak hanya itu, Laylan memiliki tips tersendiri dalam memberikan pelayanan bagi pelanggannya. Salah satunya, selalu berusaha mengantar sendiri orderan. Hal ini, sebagai upaya untuk mempelajari selera pengguna jasanya.
“Dari dulu, kalau ada stok barang tetap antar sendiri,”ujar,”ujarnya yang mengaku suka memperhatikan selera teman-temannya.
Dalam satu bulan, Laylan mengaku bisa menyelesaikan 20 hingga 30 potong orderan. Sementara untuk upah, ditarif terjangkau mulai Rp 175.000, tergantung tingkat kesulitan membuatnya. (UKM01)