Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah, Ini Program Kemenkop UKM
Diposkan: 27 Nov 2019 Dibaca: 1271 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MALANG - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku mendukung pengembangan ekonomi syariah. Untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya ada sejumlah program strategis dalam pengembangan industri halal di Indonesia.
"Produk makanan halal, kita belum masuk 10 besar dunia, yang masih diduduki UEA, Malaysia, Brazil, Oman, Jordan, Australia, Brunei, Pakistan, Sudan, dan Qatar", kata Teten saat paparan pada acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).
Sedangkan untuk industri pariwisata halal berada pada ranking 4, ranking 2 untuk busana Muslim, dan ranking 10 untuk keuangan syariah. Sementara strategi yang dilakukan seeprti memperluasan pasar produk dan jasa dengan fokus pada sektor busana Muslim. Kemudian, akselerasi pembiayaan dan investasi, dengan fokus pada keuangan syariah.
"Kita akan mendongkrak penyaluran dana bergulir dengan prinsip syariah melalui LPDB KUMKM, fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur KUR, hingga fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur kredit Ultra Mikro," jelas Teten.
Selanjutnya, memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha. Diantaranya, dengan deregulasi, omnibus law, HAKI, kebijakan afirmasi untuk perpajakan, pengupahan, dan sertifikasi.
"Di samping itu, kita akan memasukkan produk UMKM ke dalam e-katalog. Intinya, kita akan menerapkan pelayanan satu pintu", ucap Teten dilansir dari laman resmi kemenkop.
Keempat, meningkatkan daya saing produk dan jasa dengan fokus halal food. Dalam hal ini, Kemenkop akan membuka konsultasi dan sosialisasi sertifikasi halal, hingga fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal.
Kemudian, pengembangan kapasitas manajemen SDM dengan fokus halal travel. "Kita akan mengembangkan wellness tourism berbasis inklusif business, peningkatan kapasitas usaha di bifang ecotourism, dan pengembangan SDM pengelola homestay," katanya dan berharap Pemda gencar membangun homestay agar pariwisata memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Terakhir, strategi tersebut, adalah koordinasi lintas sektor. "Kita akan terus menggaungkan strategi nasional pemberdayaan koperasi dan UMKM melalui kebijakan satu pintu", tukas Teten.
Sementara itu, Wapres RI KH Ma'ruf Amin dalam sambutan pembukaannya mengapresiasi acara nyata untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. "Acara seperti ini juga sangat penting untuk mempromosikan industri halal di Indonesia", ucapnya.
Bagi Wapres, saat ini merupakan momentum yang baik dalam mengembangkan potensi produk halal yang dimiliki Indonesia. "Potensi pasar produk syariah di dunia terus meningkat. Dan terkait sertifikasi halal, Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Terlebih lagi, Universitas Brawijaya merupakan kampus pelopor pengembangan ekonomi syariah di Indonesia", jelas Wapres KH Ma'ruf Amin.