Ditengah Persaingan Permainan Modern, Iskadi Bertahan dengan Kapal Otok-otok

Ditengah Persaingan Permainan Modern, Iskadi Bertahan dengan Kapal Otok-otok

Diposkan: 16 Sep 2019 Dibaca: 1389 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Berbagai jenis permainan yang serba canggih, menggunakan remot control, bahkan game online kini digandrungi anak-anak. Namun, permainan tradisional, jadul asal Cirebon, ternyata juga masih berani bersaing dan bertahan.

Permainan ini, bisa ditemukan seperti di Jalan PDAM Sunggal Kecamatan Medan Sunggal. Adalah Iskadi (47) warga Jalan Diski yang memasarkan mainan tradisional ini diantara pedagang kaki lima lainnya.

"Alhamdulillah, mainan jadul ini masih banyak peminat bukan hanya anak-anak saja, usia remaja juga sangat menyukai mainan ini," jelasnya kepada ukmkotamedan.com, Minggu (15/9/2019).

Iskadi menuturkan, usaha tersebut merupakan bisnis yang dikelola secara turun temurun. Diawali oleh pamannya, kemudian saat usianya 23 tahun, pria kelahiran Cirebon tersbeut diajak pindah ke Kota Medan untuk membantu memasarkan mainan jadul ini.

"Dulu, mainan ini begitu diminati oleh masyarakat Medan, karena unik. Dan bahkan dahulu itu paman saya sangat jaya dalam menjalankan usaha ini," katanya.

Kapal otok-otok sebutnya, masih memiliki peluang pasar. Sebab masih banyak masyarakat penasaran dengan mainan yang terbuat dari kaleng bekas dicat berwarna-warni ini. Sebab ketika dihidupkan, mainan berbentuk kapal ini mengeluarkan bunyi Otok-otok. Itulah yang membuat mainan ini dilirik.

Hal tersebut juga yang membuatnya optimis dan memutuskan meneruskan usaha pamannya, tidak hanya sekedar memasarkan namun menjadi distributor tunggal di Sumatera Utara khususnya Medan.

"Mainan ini langsung saya ambil dari Cirebon, lalu saya kirim ke sejumlah kota di Sumatera. Mulai Kota Medan, Aceh, Loksmawe, Biereun dan Siantar juga Balige dan juga sejumlah kota lainnya," katanya.

Puluhan tahun menjalankan usaha ini, Iskadi mengaku hasilnya cukup menjanjikan. Selain dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, hasil dari usaha ini juga mampu mengantarkan anak-anaknya bersekolah ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan mampu membeli rumah .

"Setiap bulan saya harus mengirim 4 karung kapal Otok-otok ke tiap-tiap pelanggan saya, kalau dulu saya ambil langsung ke Cirebon tapi sekarang melalui sistem pengiriman saja dan itu langsung dari pengrajinnya,"ujarnya.

Untuk menambah variasi, iskadi juga menjual aneka permainan tradisional lainnya seperti Reok. Untuk Reok biasa peminatnya para pelajar. Reok digunakan sebagai aksesoris saat belajar keterampilan tarian daerah.

Untuk harga Reok ia hanya membandrol mulai Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu. Reok ini terbuat dari bahan plastik dan benang.

Ia berharap mainan ini tetap diminati oleh masyarakat, setidaknya bukan hanya sebagai mainan, terapi juga turun serta melestarikan mainan tradisional yang dinilainya sesungguhnya memiliki makna yang lebih berarti dibandingkan mainan modern saat ini. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved