Ditantang Akademisi USU, Ernawati Sukses Buat Kulit Ubi Kayu Jadi Cemilan Enak
Diposkan: 04 Oct 2018 Dibaca: 1239 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Mengolah ubi kayu sebagai makanan dan olahan lainnya, biasanya hanya dengan mengolah umbi bagian dalam, sedangkan kulitnya hanya akan menjadi sampah atau tidak dimanfaatkan.
Namun, Ginem Ernawati (38 tahun) sukses mengolah kulit bagian dalam ubi kayu jadi makanan yang rasanya gurih dan tidak pahit. Kepada ukmkotamedan.com, pemilik UKM dengan merk Peyek Wak Er itu menceritakan, bagaimana akhirnya dia bisa mengolah kulit ubi jadi keripik yang rasanya gurih.
"Sekitar tahun 2016, pihak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) 2016 datang ke kelurahan (Kelurahan Baru Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan) membuat acara penyuluhan. Mereka kumpulkan UKM di Ladang Bambu yang bisa buat kulit singkong (ubi kayu) jadi makanan," ujarnya mengawali cerita, Rabu (3/10/2018).
Tidak ketinggalan, pihak kelurahan tersebut juga mengundang perempuan yang biasa disapa Wak Er itu untuk hadir. Awalnya, dia mengaku hanya memperhatikan bagaimana pengolahannya, ketika sebagian pelaku wirausaha lainnya sudah mulai mengolah bahan tersebut menjadi makanan.
"Tapi menurut mereka (pihak Fakultas Pertanian USU), hasilnya kurang memuaskan karena masih terasa pahit. Sementara mereka ingin kulit ubi ini tadi bagaimana rasanya supaya tidak pahit," ucap istri Priyono (45 tahun) itu
Pelajaran berharga dia dapatkan. Ternyata menurut dia, yang menjadikan kulit ubi kayu tersebut terasa pahit karena pengolahannya dengan cara direbus. Dia memperkirakan, rasa pahit itu muncul karena zat yang membuat pahit kulit singkong bercampur dengan air rebusan dan kembali lengket di kulit singkong.
Lalu, kendati tidak mencoba langsung ide yang muncul di kepalanya itu, dia mengajukan persyaratan kepada pihak USU. "Lalu saya bilang ke mereka, kalau seandainya saya buat tapi kulit singkong ini tidak pahit, apa yang ibu kasih?. Seorang di antara mereka jawab, kalau ibu bisa nanti ada bonus untuk ibu. Saya balas lagi, kalau bisa saya tagih janjinya. Lalu mereka pun setuju," ucap Ginem lagi.
Dia pun memulai eksperimennya di rumahnya Jalan Bunga Pariama 1 Kelurahan Baru Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan. Jika sebelumnya kulit ubi kayu tersebut direbus, dia mencoba dengan mengukusnya. Hasinya ternyata memuaskan, tidak lagi terasa pahit. Menurutnya, proses pengukusan yang dilakukan membuat zat-zat penyebab rasa pahit jatuh ke dalam air atau hilang bersama uap air.
Tidak sekadar mengukus, kulit singkong yang sudah dikukus tadi diiris tipis-tipis sebesar anak korek api lalu digoreng. Untuk membuat keripik buatannya itu lebih nikmat, dia tambahkan sambal teri-kacang.
"Dicampur sambal teri-kacang keripik itu terasa lebih enak. Kalaupun tidak dicampur, rasanya juga sudah enak. Saya juga meminta anak-anak tetangga mencicipi keripiknya tanpa campuran sambal, dan mereka bilang juga enak. Kenapa saya suruh anak-anak mencicipi, karena selain memberikan jawaban yang jujur, lidah anak-anak kan lebih peka. Kalau enak ya memang enak," bebernya.
Teringat dengan janji pihak Fakultas Pertanian USU, dia pun membawa keripik tersebut ke kampus perguruan tinggi negeri (PTN) yang berada di Jalan dr Mansyur Medan itu. "Saya antar ke USU. Mereka cicipi dan tanggapannya, tiga orang dari USU angkat jempol, dan mereka juga teliti di lab dan memang tidak ada masalah," ungkapnya.
Sebagai hadiah dari inovasinya tersebut, diapun dihadiahi berbagai alat penunjang usaha cemilannya seperti dua unit kompor gas, satu mesin pengering minyak, minyak goreng kemasan berjumlah 12 Kg, satu set kuali penggorengan, dan baskom tempat menampung hasil kuliner olahan sebanyak setengah lusin.
"Selanjutnya mereka juga kasih saya tantangan lagi, buat makanan dari bahan biji durian. Saya olah dengan membuat kue bawang, saya dikasih lagi uang Rp500 ribu. Tapi yang paling saya syukuri dari mereka, saya dapat pengetahuan baru. Dan menurut mereka, untuk kulit singkong yang sebelumnya orang Kalimantan yang pertama buat jadi makanan, tapi ini baru saya yang bisa buat jadi tidak pahit," paparnya.
Untuk inovasinya mengolah kulit singkong jadi makanan dia juga mengaku sudah pernah diwawancara reporter dari televisi swasta nasional, Kompas TV, dan televisi swasta lokal Sumut, Efarina TV.
"Saya kepingin juga buat keripik kulit singkong itu jadi produk cemilan Peyek Wak Er, tapi mungkin nanti," pungkas Ernawati.(UKM05)