Ditangan Sudirman, Limbah Sawit Jadi Rupiah

Ditangan Sudirman, Limbah Sawit Jadi Rupiah

Diposkan: 01 Aug 2018 Dibaca: 1664 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Membangun bisnis tidak selamanya harus memiliki modal. Seperti yang dilakoni Sudirman, warga Sei Rumbia, Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) yang memulai bisnis tanpa modal.

Dia memanfaatkan limbah sawit yang berada disekitar tempat tinggalnya menjadi produk bernilai ekonomis. Lidi kelapa sawit yang biasanya dibuang percuma, diolah dan dianyam menjadi beragam karya unik dan menarik.

Hal ini bermula sebut Sudirman, ketika dia berkunjung ke Bandung sekira 15 tahun yang lalu, menemukan limbah dari kelapa sawit ini tidak ada yang terbuang. Semuanya dimanfaatkan dengan beragam kreativitas, termasuk lidi kepala sawit yang dijadikan menjadi tempat buah, piring, bakul, guci, baki,  piring hias, lampion, lampu hias meja dan lainnya.

“Saat itu saya berkunjung ke Bandung, disana saya melihat limbah kelapa sawit ini tidak ada yang terbuang. Dimanfaatkan semua, termasuk lidinya dianyam, hasilnya bagus-bagus”ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Berawal dari sini,dia pun belajar otodidak bagimana cara menganyam lidi sawit ini menjadi sebuah produk. Akhirnya, Sudirman membeli tiga piring, yang kemudian dijadikannya sebagai modal untuk belajar. Dari sini juga, kemudian ilmu yang dipelajari semakin berkembang. Kemudian hasil karyanya dibagi-bagikannya kepada tetangga dan kerabatnya. Ini juga sebagai upaya memperkenalkan kreativitasnya kepada warga.

Enam bulan kemudian, Sudirman yang bekerja sebagai pegawai swasta ini pun mulai meliriknya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.  Dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan.

Tidak hanya membuat beragam kreativitas dengan memanfaatkan lidi sawit ini, Sudirman juga memberdayakan warga serta merangkul anak-anak remaja mesjid untuk memasok bahan baku. Langkah ini sebagai upaya membuka wawasan dan pola pikir anak-anak remaja mesjid, agar memiliki penghasilan.

Seiring waktu, dari sekadar piring, kreativitasnya berkembang ke bentuk lainnya seperti lidi tenun, kotak tisu, miniatur rumah adat dan lainnya.“Untuk variasi, kita kembangkan ke produk lainnya, setelah melihat contoh dari internet,” katanya.

Untuk pemasaran selain di Labuhan Batu Selatan, hasil kreativitas lidi ini juga sudah sampai di Medan yang dijual melalui reseller. Produk kerajinan tangan ini diharapnya juga bisa menjadi ikon dari Labuhan Batu Selatan kedepannya. (UKM01)
 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved