Ditangan Merry Kreasi Wire Jewerly Raup Omset Jutaan
Diposkan: 15 Apr 2019 Dibaca: 1183 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN – Berawal dari coba-coba, siapa sangka kreasi perhiasan kawat (wire jewerly) ternyata memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Ditangan Merry Erika, seni membuat perhiasan berbahan baku kawat tembaga yang dirintis sekira empat terakhir itu mampu meraup omset jutaan rupiah.
Kawat tembaga ini dikreasikan menjadi beragam asesoris menarik seperti kalung, gelang, cincin, bros dan anting-anting. Tidak hanya itu, ada juga pilihan lainnya dimana kawat tembaga dipadukan dengan batu, sehingga karyanya semakin unik dan menawan.
Ditutur Merry, ketertarikannya membuat asesoris ini bermula dari pameran internasional di Bali yang menyajikan beragam asesoris dari berbagai negara.Saat itu dia mengaku takjub dengan beragam karya tersebut. Apalagi harga yang ditawarkan juga terbilang tidak murah.
“Saat itu saya beli asesorisnya, cakep tapi agak mahal,”ujar Merry, dan hal ini yang menginspirasinya membuat produk serupa.
Dari sini, Merry mengaku mencari tutorial, untuk dijadikan panduan belajar membuat asesoris. Awalnya, dalam berkreasi Merry menggunakan kabel bekas. Sayangnya, hasilnya tidak bagus, hingga akhirnya dicari bahan baku lainnya.
“Pertama kali kita gunakan kabel bekas, coba-coba. Tapi menghitam, akhirnya kita cari tahu. Hingga akhirnya saya bertemu dengan satu komunitas serupa,”ujarnya.
Di komunitas ini, Merry mengaku sharing dan berbagi informasi tentang usaha perhiasan kawat ini. Sampai akhirnya, mendapatkan informasi distributor bahan baku wire jewerly ini berada di Bandung dan Surabaya. Setelah mendapatkan distributor bahan baku, Merry pun mengembangkannya dengan berbagai karya. Awalnya hanya untuk dikonsumsi pribadi.
“Awalnya untuk pakai sendiri. Tapi karena banyak yang suka mulai dari kawan-kawan, kerabat hingga ada yang pesan untuk pesta, akhirnya saya terima orderan dan mulai fokus hingga sekarang,”ujar Merry yang menargetkan memiliki omset ratusan ribu perharinya.
Untuk harga, Merry menyebutkan dipatok mulai Rp 10 ribu hingga jutaan, tergantung bahan baku yang digunakan dan tingkat kesulitannya.
Dalam memasarkan produk ini, Merry memanfaatkan media sosial seperti facebook maupun instagram disamping melalui bazar-bazar maupun pameran. Beragam kreasinya ini, diminati di berbagai daerah di Indonesia.”Pesanan paling jauh itu, dari Papua,”ujarnya. (UKM01)