Dipasarkan dari Warung ke Warung, Kini Keripik Cinta Mas Hendro Produksi 4 Ton/Hari

Dipasarkan dari Warung ke Warung, Kini Keripik Cinta Mas Hendro Produksi 4 Ton/Hari

Diposkan: 29 Aug 2019 Dibaca: 2055 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kabupaten Langkat selain terkenal dengan manisan, juga dikenal dengan oleh-oleh berupa cemilan keripik singkong. Kini yang paling hits yakni Keripik Cinta Mas Hendro.

Jangan heran jika melintas di jalan lintas anda akan disuguhi pemandangan jejeran keripik singkong yang tersusun rapi di warung-warung sederhana yang mencuri perhatian.

Keripik Singkong Cinta ini memilki keistimewaan selain rasanya yang gurih juga teksturnya juga renyah. Tak heran, pemiliknya setiap hari harus produksi 2 sampai 4 ton.

Owner Keripik Cinta Mas Hendro, Maulida (26) warga  Jalan Titi Kuning Perumnas Asabri Desa Air Hitam Kecamatan Gebang mengatakan usaha ini ia rintis diawali karena sukitnya mencarinya pekerjaan padahal dapur harus setiap hari mengepul.

"Saat saya baru menikah, suami saya itu sudah menjalankan beragam pekerjaan seperti membuat kapal, tambak hingga membuat getuk lindri namun semuanya gagal hingga saya putar otak dan tercetuslah buka usaha keripik singkong," katanya.

Maulida yang akrab dengan sapaan Lisa ini mengaku sebelum berada ditingkat kesuksesan seperti saat ini, awalnya ia mengaku ia dan suaminya dalam perhari hanya memproduksi 5 kg.

"Saat itu kita masih diproduksi di rumah. Dan dipasarkan juga masih di kedai-kedai di kawasan tempat tinggal kami, juga di warung warung, itupun keripik singkong dengan eceran Rp500," katanya lagi.

Usaha keripik singkong ini terus mengalami perkembangan, dari hari ke hari ia harus meningkatkan produksi karena banyak permintaan. "Kita produksi terus meningkat, dari yang hanya 5 kg naik menjadi 10 kg laku 50 kg, 100 kg dan yang paling membuat gak percaya kini kami harus memproduksi 2 sampai  4 ton," ucapnya.


Seiring meningkatnya usaha ini, aku Lisa ia dan suaminya lantas menyewa tempat sederhana di pinggir jalan Lintas, disana ia memajang keripik singkongnya dengan brand keripik Cinta Mas Hendro.

"Lalu kita nyewa rumah dijalan lintas. Dan kita terus produksi dan sekarang kita produksi 2 sampai 4 ton perhari," jelasnya.

Untuk bahan baku, singkong yang ia gunakan diambil dari Asahan, Tanjungmorawa, Batubara dan ada sebagian ia tanam sendiri namun belum memadai dan harus di dukung ambil dari daerah lain.

"Kalau resep biasa saja, yang penting itu adalah jenis ubinya berkualitas. Kita gunakan ubi yang berumur 11 bulan sebab kanjinya betul-betul sudah banyak dan siap untuk kita makan. Dan yang terpenting katanya usaha ini dibangun dengan cinta sehingga bertahan sampai saat ini," tegasnya.

Pemasaran keripik ini masih ditingkat lokal saja, ia mengharapkan bus Aceh singgah di warungnya dan untuk memberikan pelayanan kepada konsumen, ia juga membangun rest area yang luas. Ini tujuannya agar penumpang bus bisa turun dan berbelanja oleh-oleh Keripik Cinta Mas Hendro.

Untuk harga, keripik cinta ini hanya dibanderol mulai Rp2500- Rp10 ribu dengan varian rasa,  balado, jagung manis, pedas manis, original.

"Saya pernah mengalami jatuh bangun yaitu  pada saat diawal mulai soal modal, menjajakan makanan dan banyaknya  barang rusak (bs), dan yang terparah saya sering mengalami uang tidak kembali meski barang yang dititipkan sudah habis," kenangnya.

Tingginya produksi keripik cinta ini pada akhirnya tidak bisa lagi mereka kerjakan berdua, sehingga total mereka harus dibantu sebanyak 150 orang karyawan yang bertugas, ada yang mengupas ubi, menggoreng,  membungkus, sales dan menjemur gaplek (limbah ubi) untuk makanan lembu.

Ia berharap usaha ini dapat menjangkau semua kalangan dan memiliki pasar yang lebih luas lagi. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved