Dipasarkan Berkeliling Desa, Es Krim Jadi Penopang Hidup Sukirno

Dipasarkan Berkeliling Desa, Es Krim Jadi Penopang Hidup Sukirno

Diposkan: 21 Nov 2019 Dibaca: 1316 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-Bisnis es krim tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski dipasarkan berkeliling dengan menggunakan sepeda dayung, namun usaha yang satu ini ternyata mampu menjadi penopang hidup keluarga Sukirno (67).

Bahkan mampu membayai pendidikan tujuh orang anak pria warga  warga Kampung Wonosari Lorong 3 Aek Kanopan ini.

Sukirno menuturkan usaha tersebut sudah dilakoninya lebih dari 20 tahun. Setiap harinya, dia berkeliling dari kampung ke kampung lainnya dengan membawa satu tong es krim yang diproduksinya sendiri setiap pagi.

Sebenarnya ujar Sukirno yang ditemui baru-baru ini, sebelum memulai usaha es krim tersebut, dia sempat menjadi kuli bangunan. Namun karena penghasilan yang didapatkannya tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dia beralih dengan melirik beragam peluang usaha.

“Dulunya saya kerja bangunan, tapi saya rasa paksa kali. Berangkat jam 8 pagi pulang baru jam 5 baru sore. Terus kalau kerja ke luar daerah, belum tentu di sana kerja tapi orang rumah sudah menghitungnya kerja,” ujarnya seraya menambahkan penghasilannya saat itu hanya sebesar Rp300/harinya.

Dia juga mengaku sempat bekerja di kawasan Padang Bulan Kota Medan, hingga akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman, dan mempertimbangkan untuk memiliki usaha. Awalnya, dia memulai usaha bubur kacang hijau. Hanya saja, usaha ini hanya bertahan satu bulan, karena makanan yang dia jual cepat basi dan tidak bisa tahan lama.

“Awalnya jualan bubur kacang hijau, namun belum sampai setengah hari, santannya sudah basi. Usaha ini tidak sampai sebulan, kemudian dikenalkan sama teman dengan usaha es krim. Disitu saya belajar membuat es krim,” sambungnya.

Pertama kali memulai usaha ini sekira 20 tahun lalu akunya, dengan modal yang juga terbatas.  Saat itu, memang sudah banyak yang melakoninya. Namun, Sukirno memiliki prinsip dan optimis, setiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Karenanya, dia tetap gigih berusaha menjalankan bisnis es krim dengan berkeliling menggunakan grobak biru.

“Saat itu, sudah banyak yang jualan es krim di kampung. Jualan kita juga laku semua. Usaha masing-masing dan rezekinya juga masing-masing,” jelasnya.

Dari usaha ini, Sukirno mengaku bisa meraup penghasilan rata-rata Rp300 ribu hingga Rp500 ribu setiap harinya. “Kita jualan mulai siang hari, sampai sore,”ujarnya seraya menambahkan es krim yang diproduksi dengan menggunakan bahan baku santan kelapa, gula, garam dan tepung memiliki rasa yang masih tradisional dan bisa bertahan hingga dua hari.

Dari usahanya ini, dia mampu menghidupi keluarganya, dan pendidikan tujuh orang anaknya hingga ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Meski anak-anaknya sudah merantau dan menyelesaikan pendidikan, namun masih memiliki semangat untuk tetap usaha.

Bahkan jika tidak berdagang, dia mengaku tidak nyaman.“Saya pernah berhenti jualan selama tiga hari, yang ada saya tidak enak badan. Berada di rumah saja, dari dapur ke ruang tamu, terus kamar, tidak enak. Jadinya saja jualan lagi,” pungkasnya. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved