Dijajakan ke Kafe, Martabak Yurich Disejajarkan dengan Kue Western

Dijajakan ke Kafe, Martabak Yurich Disejajarkan dengan Kue Western

Diposkan: 02 Apr 2019 Dibaca: 1264 kali


UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN-Martabak dikenal sebagai makanan yang enak dan gampang ditemui karena dijajakan di pinggir jalan.

Namun, seiring waktu, kini martabak sudah naik kelas seperti Martabak Yurich yang terletak di Jalan Merak Jingga, Medan.

Ini merupakan inovasi seorang pemuda asal warga Medan Barat, Hally (33)  yang akrab dipanggil Luis yang berhasil membawa martabak pinggir jalan ke kafe yang elit.

Luis mengaku memulai usaha martabak dengan brand Yurich ini pada tahun 2017 lalu. Yurich sendiri artinya Yu itu singkatan dari  Yuk yg berarti sebuah ajakan. Rich artinya kaya dimana lebih berarti kaya akan rasa & kualitas. Jadi Yurich itu artinya sebuah ajakan untuk menikmati makanan yang kaya akan rasa & Kualitas.

Diceritakannya usaha martabak ini ia mulai saat pacarnya ingin mencicipi martabak Medan. Alasannya karena saat itu pacarnya sangat suka dengan martabak. Namun, saat ia membelikan martabak dan mencicipi bersama dengan pacarnya. Ia mengatakan ia bisa membuatkan pacarnya martabak yang lebih enak dari martabak yang dibelinya itu. Luis kemudian ditantangin pacarnya.

"Saya langsung buat semalaman, lalu setelah hasilnya sempurna , martabak buatan saya kemudian dicicipi oleh pacar saya dan martabak saya disukainya..langsung pacar saya suruh saya buka usaha martabak," jelasnya.

Memang diakuinya sebelum-sebelumnya ia sudah menjalani beragam jenis usaha tetapi ia betekat untuk membuka usaha martabak tetapi bukan dipinggir jalan melainkan membangun kafe tetapi menunya beragam varian martabak," ujarnya

"Bartabak itukan Makanan khas Indonesia namun selama ini kan martabak itu identik dijual  pinggir jalan. Jadi karena saya ada hobi di bakery jadi saya juga mau naikkan level martabak lebih tinggi dan dapat bersaing dengan kue-kue dari western," tegasnya.

Pastinya martabaknya memiliki perbedaan baik dari bahan-bahan dasar nya maupun varian rasanya.
Diakuinya untuk adonan ia inovasikan  menjadi 4 jenis adonan  yaitu Black Padded,redvelvet, Pandan, & Yellow Bika.

Sedangkan untuk toping ia juga membuatnya bervariasi pula dan diakuinya hampir semua homemade dimatanya Black Orchis (Melted Cheese + Crunchy Oreo & Dutch Butter Wijsman), Melted Taro, Matcha Keju, Matcha Oreo, dan  Durian Bakar.


"Kita sebagai buat mirip kafe jadi orang bisa lihat proses masak martabak yang dilakukan langsung oleh karyawan kita  dan juga bisa menyaksikan proses  penggunaan toping dan juga melihat kehigienisan tempat,"paparnya.

Selama 3 tahun berjalan, bisnis martabaknya terus berkembang, untuk pemasaran di tahun pertama dan kedua diakunya penjualannya terus menunjukan grafik menggembirakan dan tahun ketiga penjualan berada di grafik stabil. Ia mengaku tidak begitu menemui kendala dalam menjalani bisnis yang diakuinya bermodal awal Rp70 jutaan.

Bahkan saat ini luis mulai berencana dan sudah di tahap proses membuka cabang di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Bali dan Aceh. Di Medan ia mengaku tidak membuka cabang karena dengan satu gerai ia sudah bisa melayani masyarakat seluruh Medan.

"Sekarang kan masyarakat Medan sudah online, jadi mereka meski lokasinya jauh sudah bisa memesan makanan dari jasa antar dan jemput makanan jadi kita gak perlu lagi buka cabang di Medan,"ucapnya sembari mengaku saat ini ia sudah berstatus nikah.


Toping ada 100 kombinasi bedanya kita dengan martabak lain, untuk toping kita buat sendiri (homemade). Bahan bahan yang digunakan untuk toping terbit dari bahan-bahan pilihan misalnya saja ia menggunakan keju terbaik, coklat terbaik dan saya tidak gunakan bahan pengawet dan pemanis," paparnya lagi.

Luis berharap ekspansi nya di kota lain dapat terwujud dan ia mengakui untuk harga ia membandrol mulai Rp45000 sampai Rp120.000. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved