Dian Sukses Bangun Usaha EO hingga Gelar Even Bazar Gandeng UKM Seluruh Indonesia
Diposkan: 10 May 2019 Dibaca: 1032 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sesanti Dian Handayani bisa dijadikan inspirasi dalam merintis usaha Event Organizer (EO) bidang fashion sejak tahun 2016 lalu. Usaha EO yang digelutinya ini merupakan pekerjaan sampingannya yang tidak sengaja didirikan.
"EO ini berdirinya tiba-tiba saja, saya diminta oleh emak-emak pengusaha fashion agar menggelar bazar-bazar fashion yang terjadwal setiap tahunnya misalnya moment Imlek, moment ramadhan dan idul Fitri," jelas pendiri EO Cuenk Production di Ramadhan Bazar Fashion yang berlangsung di Lantai LG Sun Plaza Medan, Rabu (8/5/2019).
Dikatakan warga Medan Kota ini awalnya EO Cuenk Production bukan EO yang serius tetapi setiap dilakukan even bazar yang pada umumnya di gelar di Mall-mall selalu berbuah manis. Jadi Cuenk Production terus aktif melakukan bazar-bazar fashion.
"Awalnya yang ikut bazar dengan kita hanya pengusaha fashion yang ada di Kota Medan dari luar daerah hanya beberapa saja, namun dari mulut ke mulut semakin banyak pengusaha fashion maupun pengrajin fashion dari daerah yang bergabung dengan Cuenk Production. Jadi pernah saya gelar bazar yang memenuhi satu Atrium Sun ini," ungkapnya.
Dia mengaku kini menjadikan usaha serius yang memiliki agenda tetap. Setahun sekali EO dengan nama Cuenk Production ini menggelar bazar fashion dua sampai tiga kali pertahun.
"Gak menyangka saya, tiap kali mau buat event langsung rame yang mau ikut terutama dari daerah, seperti bazar yang berlangsung saat ini sebenarnya rame yang mau ikut tapi hanya 7 pengusaha fashion saja yang kita ikut sertakan berhubung atrium Sun Plaza ini sedang di renovasi jadi kita hanya punya space yang cukup untuk 7 stand bazar saja," ucapnya.
Dikatakanya untuk bisa ikut bazar dengan Cuenk Production sangat mudah. Awalnya ia menginformasikan bahwa akan menggelar bazar kemudian para pengusaha fashion yang berminat langsung chat melalui watshap. Biasanya yang dari daerah langsung memboyong barangnya ke stand bazar miliknya yang sudah ditentukan. Untuk ikut even bazar biasanya pengusaha fashion yang menjadi peserta bazar dikenakan biaya antara Rp10 juta sampai Rp15 juta selama 2 Minggu.
Wanita yang akrab dengan sapaan Dian atau Cuenk ini mengaku usaha ini cukup menjanjikan dan menguntungkan.
"Menjanjikan sekali la, kalau tidak mana mungkin saya sampai sekarang menggelar even bazar, bagi teman-teman pengusaha juga pasti juga merasakan keuntungan dengan ikut dibazar kita kalau tidak mana mungkin juga ikut berkali-kali padahal mereka terbang ke Medan hanya untuk Bazar," katanya.
Kalau sebelumnya EO ini berdiri karena alasan permintaan emak-emak pengusaha fashion, tetapi saat ini ia memiliki komitmen bahwa Cuenk Production bukan hanya sebagai wadah bazar untuk berjualan produk fashion tetapi juga sekaligus wadah bagi pengusaha dan pengrajin mempromosikan produk-produk handmadenya sehingga bisa naik kelas dan dikenal oleh masyarakat banyak.
"Lihatla, bazar hari ini banyak dari luar daerah kan, ada batik Solo, batik Pekalongan, ada juga dari Jakarta, Pekanbaru. Jadi produk yang mereka jual itu tidak pasaran hampir semuanya handmade dan punya brand sendiri, jadi tidak menjadi saingan pula bagi toko-toko fashion di mall ini karena beda pasarnya," katanya.
Untuk bisa bekerja sama dengan pihak manajemen pusat perbelanjaan untuk dapat izin melakukan bazar awamnyakan hal sulit tetapi baginya semua menjadi mudah karena ia tipe wanita yang tidak mau menjadikan sesuatu sulit jika belum dicoba dan di awal selalu berfikir semua adalah mudah.
"Kalau ada yang bilang sulit gak la, semua mudah kok, dimudah-mudahkan saja pasti mudah," ungkapnya sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Ia berharap, usaha ini terus menjadi pilihan bagi pengusaha fashion dan berharap setiap even bazarnya selalu ramai agar para peserta bisa membawa pulang hasil yang lumayan ke daerahnya masing-masing. Dikatakanya biasanya para peserta bisa beromset Rp150 juta sampai Rp200 juta dengan even bazar selama dua Minggu.
Untuk tetap eksis dan bertahan Cuenk Production ditegaskanya harus menampilkan stand bazarnya selalu kreatif begitu juga tema dan momentnya sehingga mampu memanggil para pembeli.
Terkait kendala Dian lagi-lagi mengaku tidak pernah ada kendala karena semua ia buat mudah jadi usaha yang dijalani wanita yang sudah memiliki 2 anak ini berjalan lancar dan aman.
Impiannya dengan usaha ini, wanita berkulit putih ini ingin Cuenk Production bisa lebih banyak lagi menggandeng pelaku fashion yang belum bergabung dari seluruh daerah di Indonesia meski saat ini dikatakanya sudah cukup banyak yang bergabung. (UKM06)