Di Tangan David, Doodle Art Menjadi Bisnis yang Menjanjikan
Diposkan: 29 Aug 2019 Dibaca: 1265 kali
UKMKOTAMEDAN COM, MEDAN- Jika mendengar Doodle Art mungkin belum banyak yang tahu apa. Sebab Doodle Art ini merupakan seni lukis yang sekilas tidak beraturan bahkan tampak tidak memiliki tujuan. Seni yang tergolong abstrak ini bahkan tidak memperhatikan teknik seni lukis pada umumnya.
Namun, di tangan David Wijaya warga Medan, Doodle Art bukan hanya sekadar hobi namun menjadi bisnis yang menjanjikan, bahkan menjadi peluang pekerjaan di tengah minimnya ketersediaan lowongan pekerjaan saat ini.
Pria muda yang masih berusia 29 tahun ini mengaku, seni coretan yang awalnya hanya hobi ini berangkat menjadi usaha pada tahun 2016 lalu dan bahkan ia menjadikannya sebagai pekerjaan utama.
"Sebelumnya ini hanya Hobi, awalnya di tahun 2008, tetapi mulai saya seriusi menjadi usaha di tahun 2016 lalu. Dan saya jadikan ini bisnis utama," katanya kepada ukmkotamedan.com pada Rabu, (28/8/2019) saat menjadi peserta bazar di acara E-smart IKM yang digelar di Hotel Santika Medan.
Di kesempatan itu ia juga menceritakan, awal memulai bisnis ia hanya menuangkan Doodle Artnya di kartu ucapan tiga dimensi, yang pada akhirnya banyak yang suka dan kemudian hari-ke hari jumlah konsumennya bertambah.
"Kemudian kita terus kembangkan sesuai permintaan konsumen, mulai bingkai foto, kemudian terus ekspansi sampai saat ini yaitu mulai boneka, pouch, kotak hadiah dan bekerjasama dengan sendal Swalow," ungkapnya.
Adapun Motivasinya menjalani usaha yang lebih dikenal dengan bidang kerajinan tangan ini karena ia menyadari bahwa ia memiliki bakat gambar, dan ingin menjadikannya bisnis.
"Kalau cuma jual jasa, mungkin untuk Kota Medan masih belum teredukasi. Jadi dengan produk kita pelan- pelan mengedukasi masyarakat bahwa desain gambar itu bisa berguna dalam kehidupan sehari hari, misalnya sebagai sovenir hadiah buat teman atau wisuda," kata David lagi.
Orderan perhari dikatakanya bisa 5 sampai 10 pemesanan dan paling banyak dari pulau Jawa. Untuk warga Medan sepekan ini diakuinya sudah teredukasi dan mulai mengenal Doodle Art karena sudah sering bazar dan pameran.
Keistimewaan dan keunikan Doodle Art melalui brand usahanya, DWS Kellington ini adalah Doodlenya hasil kreasi sendiri. Punya ciri khas dimana karakternya ramai dan ekspresinya juga bervariasi.
"Kita punya pilihan variasi desain dan variasi produk. Dan karena kita di online kelebihan kita di kecepatan produksi bisa siap 1 sampai 2 hari. Dan saya juga mengatakan memberikan garansi kepada konsumen," tegasnya.
David, anak muda kelahiran Kota Medan ini juga mengaku Pernah mengalami jatuh bangun dalam membangun usaha ini, dimana dalam 6 bulan tidak ada orderan. Bahkan sampai membuat orangtuanya khawatir. Hingga ia harus berpura- pura ada orderan dan bahkan menyibukkan diri untuk membuat kreasi yang baru demi meyakinkan orang tuanya.
"Persaingan di Medan masih kecil tetapi di dunia online lebih besar karena pemain jenis usaha ini banyak bermain di online," ujarnya.
Menjalankan bisnis seni lukis ini tidak bisa tergantung mood karena terkadang Doodle itu dikreasikan sesuai dengan tuntutan konsumen jadi harus siap dalam kondisi apapun.
Adapun impiannya kedepan, ia ingin usaha ini dapat menjadi peluang pekerjaan bagi ibu rumah tangga dan anak-anak putus sekolah agar mereka dapat memanfaatkan waktu menjadi lebih berguna dan menghasilkan.
Sementara itu, David tidak menaruh harga mahal bagi konsumennya, untuk paling murah Rp 35 ribu sampai Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. (UKM06)